Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KAMBOJA- Kericuhan tegang dilaporkan terjadi di Kota Bavet, Kamboja, ketika puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) berupaya keras meninggalkan sebuah kompleks yang diduga kuat menjadi pusat operasi penipuan daring (online scam).
Muncul laporan Seorang pengunggah video di platform X (sebelumnya Twitter) pada Kamis , 30 Oktober 2025) menulis:
“Laporan dari Kota Bavet menyebutkan sekelompok warga negara Indonesia berusaha meninggalkan kompleks yang terhubung dengan aktivitas daring, tetapi dihentikan. Beberapa orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.”
Kericuhan tegang terjadi di kota Bavet, Kamboja, ketika puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) berusaha meninggalkan sebuah kompleks yang diduga pusat operasi penipuan daring (online scam).
Sekitar 25 orang sempat mencapai gerbang utama sebelum dihentikan paksa dengan tembakan peringatan dan kekerasan fisik oleh petugas, menyebabkan beberapa korban mengalami luka akibat pemukulan.
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan sebanyak 110 WNI telah diamankan dan sedang diproses untuk dipulangkan ke Indonesia.
Sebelumnya, pada 17 Oktober 2025, sekitar 97 WNI terlibat kericuhan saat berupaya melarikan diri dari perusahaan penipuan daring di Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja.
Dari jumlah tersebut, 86 orang diamankan di kantor polisi dan 11 lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi yang tidak mengancam nyawa.
KBRI Phnom Penh sudah melakukan kunjungan kekonsuleran, memberikan bantuan logistik, makanan, dan kebutuhan dasar serta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan hak-hak para WNI terpenuhi serta proses pemulangan berjalan baik.
Beberapa WNI yang diduga melakukan kekerasan saat kericuhan juga sedang diproses hukum oleh kepolisian lokal. Otoritas segera memperketat penjagaan setelah insiden ini terjadi.
Dalam insiden dramatis tersebut, diperkirakan sekitar 25 orang WNI sempat berhasil mencapai gerbang kompleks. Namun, upaya pelarian mereka dihentikan secara paksa oleh penjaga. Saksi melaporkan adanya tembakan peringatan dan penggunaan kekerasan fisik yang mengakibatkan sejumlah WNI terluka.
Menyikapi kejadian ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memberikan konfirmasi. Mereka memastikan bahwa total 110 WNI yang berada di lokasi tersebut kini telah diamankan.
Proses penanganan sedang berlangsung untuk memfasilitasi pemulangan mereka kembali ke Tanah Air.
Sebagai tindak lanjut, otoritas setempat juga telah memperketat penjagaan di sekitar lokasi kompleks di Bavet tersebut. Kejadian ini kembali menyoroti isu eksploitasi WNI di luar negeri dalam jaringan penipuan daring.
Pemulangan Jenazah:
Catatan pemulangan jenazah TKI dari Kamboja sepanjang 2025 menunjukkan beberapa kasus yang berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah mengalami kendala administrasi dan prosedur. Beberapa catatan penting pemulangan jenazah TKI dari Kamboja tahun 2025 antara lain:
-
Jenazah Azwar, TKI ilegal asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, meninggal dunia akibat jatuh dari gedung tempat kerja di Kamboja pada 10 Juni 2025. Pemulangan jenazahnya ke tanah air sampai pada 8 Agustus 2025 dengan dukungan Kementerian Luar Negeri, BP3MI, Pemprov Sumut, dan pemerintah daerah. Jenazah tiba di Bandara Kualanamu dan langsung dibawa ke rumah duka.
-
Jenazah Rizal Sampurna, TKI asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Kamboja pada 17 Maret 2025, akhirnya dipulangkan setelah tertahan dua bulan karena kendala administrasi. KBRI dan kepolisian Kamboja berkoordinasi untuk pemulangan jenazah ini, dan jenazah tiba di Bandara Juanda Sidoarjo pada Mei 2025.
-
Kasus lainnya berupa jenazah Nazwa Aliya yang koordinasi pemulangannya sedang dilakukan oleh KemenP2MI bersama KBRI Phnom Penh.
-
Pada tahun 2024, tercatat 92 WNI meninggal di Kamboja dan mendapatkan fasilitasi pemulangan maupun pemakaman, menandakan ada banyak kasus yang sebelumnya juga terdata.
Kesimpulannya, sampai Oktober 2025, sudah tercatat puluhan pemulangan jenazah TKI dari Kamboja, dengan beberapa kasus yang menyita perhatian karena prosesnya cukup lama dan komplek, terutama yang berstatus pekerja migran ilegal atau nonprosedural.
Proses pemulangan ini melibatkan KBRI Phnom Penh, KemenP2MI, kepolisian setempat, dan pemerintah daerah untuk memastikan jenazah sampai ke keluarga dengan layak. **






