Menu

Mode Gelap

News

Dalam Suasana Ikat Pinggang, Presiden Perintahkan Tim Revisi Desain IKN Studi Banding ke Mesir, Turki dan India

badge-check


					Menteri PU/PUPR, Dody  Hanggodo. Instagram@kementrianpu Perbesar

Menteri PU/PUPR, Dody Hanggodo. Instagram@kementrianpu

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan penjelasan tentang rencana studi banding ke Mesir, Turki, dan India pada Kamis, 13 Februari 2025, saat ditemui di Kantor Kementerian PU di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Dody menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta tim revsi desain Ibu Kota Nusantara (IKN)  agar melakukan studi banding ke tiga negara tersebut untuk merevisi desain kompleks legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menteri Dody menjelaskan alasan utama Presiden Prabowo Subianto meminta tim desain IKN melakukan studi banding ke Mesir, Turki, dan India adalah karena kantor-kantor legislatif dan yudikatif di ketiga negara tersebut memiliki karakter yang mirip dengan Indonesia.

Hal ini membuat Presiden berharap bahwa inspirasi dari bangunan-bangunan di negara-negara tersebut dapat membantu dalam merekonstruksi desain Gedung Legislatif dan Yudikatif di IKN agar lebih sesuai dengan konteks budaya dan arsitektur Indonesia

Inspirasi utama dari desain gedung legislatif di Mesir, Turki, dan India seringkali mencakup elemen arsitektur tradisional yang dipadukan dengan konsep modern. Desain bangunan di Mesir sering terinspirasi oleh arsitektur Islam klasik, seperti penggunaan kubah dan menara.  Beberapa bangunan juga mengambil inspirasi dari struktur kuno seperti piramida atau kuil firaun.

Turki, dikenal dengan desain bangunan gaya Ottoman, mencakup penggunaan kubah besar dan lengkungan. Inspirasi juga dapat ditarik dari gaya Seljuk dengan penekanan pada detail ukiran batu dan keramik.

Demikian juga arsitektur Mughal, India.  Bangunan-bangunan legislatif di India sering terinspirasi oleh gaya Mughal, yang menggabungkan elemen Persia dan lokal. Banyak gedung modern menggunakan bahan-bahan kontemporer sambil mempertahankan motif tradisional.

Dalam konteks studi banding untuk Ibu Kota Negara (IKN), tim desain mungkin akan mempelajari bagaimana negara-negara ini berhasil mengintegrasikan warisan budaya ke dalam desain modern.

Kapan tim revisi IKN berangkat? Informasi tentang kapan studi banding tim desain IKN dilakukan dan berapa biaya yang dikeluarkan tidak disebutkan secara spesifik.

Saat ini keberlanjytan pembangunan IKN masih gunjang-ganjing. Menkeu mengatakan tikda ada dana untuk membangun IKN. Berita miring pun berselieran bahwa IKN bakaln menjadi kota hantu.

Jiak tidak terjadi revisi, biaya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan adalah sekitar Rp 466,98 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar 53,5% berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan sisanya dari kerjasama pemerintah dengan badan usaha dan BUMN. Namun, tidak ada informasi spesifik tentang alokasi biaya untuk studi banding ini. Pada Januari 2025 juga disetujui tambahan anggaran Otorita IKN sebesar Rp 8,1 triliun untuk mempercepat laju pembangunan IKN. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dandan Hindayana: BGN Siap Jajagi Layanan MBG bagi 1500 Siswa RI di Arab Saudi

2 Juni 2026 - 09:05 WIB

Harga Solar Pertamina Turun Mulai 1 Juni 2026

1 Juni 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Terapkan Aktivasi Nomor Seluler dengan Pengenalan Wajah

1 Juni 2026 - 19:44 WIB

Upacara Kelahiran Pancasila di Titik Nol, Gang Buntu Desa Rejoagung Ploso Jombang

1 Juni 2026 - 19:39 WIB

1 Juni Isyarat Memutar Kembali Nilai-nilai Luhur Pancasila

1 Juni 2026 - 16:23 WIB

Pabrik Pengolahan Serbuk Kayu Terbakar di Mojowarno, Kerugian Mencapai Rp350 Juta

31 Mei 2026 - 21:13 WIB

Puncak Peringatan Waisak 2026 di Candi Borobudur Gaungkan Cinta Perdamaian Dunia

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Indonesia Sedang Demam Veronika, Karya Verry Klau dari Malaka NTT

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisne (10): Kaum Anabaptist dan Terror Millennium

31 Mei 2026 - 10:23 WIB

Trending di News