Menu

Mode Gelap

Headline

Celios Menghitung Kerugian Banjir Bandang Sumut, Sumbar dan Aceh Rp 68,67 Triliun

badge-check


					Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) merilis perhitungan angka kerugian akibat banjir di Sumut, Sumbar dan Aceh mencapai Rp 68,67 triliun. Foto: Instagram@liputan6
Perbesar

Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) merilis perhitungan angka kerugian akibat banjir di Sumut, Sumbar dan Aceh mencapai Rp 68,67 triliun. Foto: Instagram@liputan6

Penulis: Yusran Hakim  |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWs.COM, JAKARTA- Direktur Eksekutif Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios), Bhima Yudhistira (atau Bhima Yudhistira Adhinegara), menyampaikan pengumuman hasil penghitungan kerugian banjir bandang Sumatera.

Bhima menyampaikan prediksi kerugian Rp 68,67 triliun dalam program Kompas Bisnis di Kompas TV pada 4 Desember 2025, merujuk data per 30 November 2025.​

Ia juga dikutip di berbagai media seperti Riau12 pada 5 Desember 2025, menjelaskan rincian kerugian per provinsi dan dampak nasional.​

Bhima menekankan metodologi hitungan berdasarkan kerusakan rumah, jembatan, pendapatan hilang, sawah, dan jalan, serta menyerukan sanksi tegas atas penyebab ekologis.

Celios menghitung kerugian materiil Rp 68,67 triliun berdasarkan lima komponen utama dari data BNPB dan BPS per 30 November 2025, dengan asumsi standar biaya per unit kerusakan.

Komponen tersebut meliputi: kerusakan rumah (Rp 30 juta per unit), jembatan (Rp 1 miliar per unit), pendapatan keluarga hilang (rata-rata harian provinsi × 20 hari), lahan sawah (Rp 6.500/kg gabah dengan 7 ton/ha), serta perbaikan jalan (Rp 100 juta per 1.000 meter).​

Metodologi ini dirilis dalam studi “Dampak Kerugian Ekonomi Bencana Banjir Sumatera” pada 1 Desember 2025, menggunakan data korban, rumah rusak, infrastruktur, dan produksi pertanian dari laporan resmi.​

BNPB belum menyampaikan estimasi kerugian materiil dalam nilai rupiah untuk bencana banjir bandang di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Selatan (Sumsel), dan Aceh hingga 7 Desember 2025.

Laporan BNPB fokus pada data kuantitatif dampak seperti korban jiwa (916 meninggal, 274 hilang), rumah rusak (105.900 unit), fasilitas umum (1.300 unit), jembatan (405 unit), fasilitas pendidikan (697 unit), dan rumah ibadah (420 unit) per 7 Desember 2025.​

Data BNPB ini menjadi dasar perhitungan Celios (Rp 68,67 triliun nasional), bukan estimasi moneter langsung dari BNPB, dengan rincian infrastruktur per provinsi seperti Aceh (204 jembatan rusak, 5.200 rumah).​

Detail Laporan BNPB

  • Sumut: Korban jiwa tertinggi (329 meninggal per 6 Desember), kerusakan masif di Sibolga, Tapanuli.​​

  • Aceh: 359 meninggal, infrastruktur parah (75 fasilitas pendidikan, 99 kantor rusak).​​

  • Sumsel: Tidak disebut eksplisit dalam update BNPB terbaru, fokus utama Aceh, Sumut, Sumbar.​

BNPB prioritaskan penanganan darurat via Dana Siap Pakai (DSP) tanpa plafon, bukan valuasi ekonomi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Solar Pertamina Turun Mulai 1 Juni 2026

1 Juni 2026 - 19:53 WIB

Pemerintah Terapkan Aktivasi Nomor Seluler dengan Pengenalan Wajah

1 Juni 2026 - 19:44 WIB

Upacara Kelahiran Pancasila di Titik Nol, Gang Buntu Desa Rejoagung Ploso Jombang

1 Juni 2026 - 19:39 WIB

1 Juni Isyarat Memutar Kembali Nilai-nilai Luhur Pancasila

1 Juni 2026 - 16:23 WIB

Pabrik Pengolahan Serbuk Kayu Terbakar di Mojowarno, Kerugian Mencapai Rp350 Juta

31 Mei 2026 - 21:13 WIB

Puncak Peringatan Waisak 2026 di Candi Borobudur Gaungkan Cinta Perdamaian Dunia

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Indonesia Sedang Demam Veronika, Karya Verry Klau dari Malaka NTT

31 Mei 2026 - 20:38 WIB

Menelisik Akar Terorisne (10): Kaum Anabaptist dan Terror Millennium

31 Mei 2026 - 10:23 WIB

PBB Masukkan Israel Daftar Hitam, Kasus Kejahatan Seksual di Kawasan Konflik

30 Mei 2026 - 19:38 WIB

Trending di News