Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bung Karno Lahir di Ploso, Binhad Nurrohmad dan TACB Jombang Rekonstruksi Kedatangan Cindy Adams

badge-check


					Suasana rekontruksi kedatangan Cyndi Adam di Ploso, Jombang, Jumat 16 Januari 2026. Dimana perempuan Amerika Serikat itu dianggap sebagai penulis otobiografi Bung Karno, yang tidak menyebut atau menjelaskan tempat dan Bung Karno  di Ploso, Jombang., 1901 Foto: dok/ TACB Kabupaten Jombang Perbesar

Suasana rekontruksi kedatangan Cyndi Adam di Ploso, Jombang, Jumat 16 Januari 2026. Dimana perempuan Amerika Serikat itu dianggap sebagai penulis otobiografi Bung Karno, yang tidak menyebut atau menjelaskan tempat dan Bung Karno di Ploso, Jombang., 1901 Foto: dok/ TACB Kabupaten Jombang

Penulis:  Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Pegiat dan pecinta sejarah menggelar rekonstruksi bersejarah kedatangan Cindy Adams ke Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, untuk memperingati 62 tahun kunjungan penulis asal Amerika Serikat tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026 kemarin, dilaksanakan di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Kegiatan ini bertepatan dengan kunjungan perdana Cindy Adams ke Ploso pada 16 Januari 1964, atas mandat langsung Presiden Soekarno.

Dalam rekonstruksi tersebut digambarkan, Cindy Adams datang ke Ploso untuk mengumpulkan bahan biografi Presiden Soekarno, yang kemudian dibukukan dalam karya monumental Penyambung Lidah Rakyat.

Di Ploso, Cindy Adams melakukan riset mendalam dengan mewawancarai sejumlah tokoh penting masa kecil Bung Karno, seperti pengasuh Soekarno, Mbok Suwi dan Mbok Mirah, serta teman kecil beliau, Mbah Joyo Dipo.

Melalui rekonstruksi dan napak tilas sejarah ini, suasana Ploso pada tahun 1964 seolah dihidupkan kembali.

Peran Cindy Adams diperankan oleh Yesinta Aprilia, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, yang tampil bersama tokoh-tokoh pendamping Cindy Adams saat itu, di antaranya Wedono Ploso Soetomo, Abdussukur, Hutauruk, dan Nusyirwan.

Selain rekonstruksi sejarah, acara ini juga dirangkaikan dengan peresmian Tetenger Situs Kelahiran Ir. Soekarno.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Keluarga Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono.

Kuswartono menegaskan pentingnya meluruskan sejarah terkait tempat kelahiran Bung Karno.

“Persoalan tempat kelahiran Bung Karno memang sering diperdebatkan. Namun berdasarkan keterangan internal keluarga, Bung Karno lahir di Ploso, yang pada masa itu secara administratif masuk wilayah Karesidenan Surabaya,” ujar Kuswartono, Sabtu 17 Januari 2026.

Pernyataan senada disampaikan Masfiin, selaku Kuncen Titik Nol Soekarno, yang memimpin pembacaan pernyataan tetenger.

Ia menegaskan bahwa keyakinan Soekarno lahir di Ploso bukan klaim sepihak.

Menurutnya, warga Desa Rejoagung sejak lama mengenal lokasi tersebut sebagai tempat kelahiran Raden Koesno Sosro Di Hardjo, nama kecil Bung Karno, yang dijaga melalui memori kolektif turun-temurun.

Sementara itu, Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmad, menyampaikan bahwa dukungan data sejarah semakin menguat.

“Kami memiliki lebih dari 10 bukti dokumen yang menjelaskan kelahiran Soekarno di sini,” ungkapnya.

Fakta tersebut diperkuat oleh penelusur sejarah Jombang, Moch. Faisol, yang memaparkan sejumlah foto autentik sebagai bukti pendukung.

Bahkan, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, melalui Koordinator Wilayah Ploso Arif Yulianto atau Cak Arif, menyatakan telah melakukan kajian teknis dan memberikan rekomendasi kuat terkait validitas kelahiran Soekarno di Ploso, Jombang.

“Melalui peringatan ini, para pegiat sejarah berharap pelestarian dan pelurusan sejarah Bung Karno dapat terus dilakukan, sebagai upaya edukasi sejarah yang akurat bagi generasi muda tentang jejak Sang Proklamator di Jombang,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

5 Jurnalis dan 2 Kru Kapal Belum Ditemukan, Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Sejak 7 September 2026

9 September 2026 - 19:22 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp92.400 per Kg, Ini Daftar Harga Pangan Nasional

9 September 2026 - 18:49 WIB

Dapur Utama dan Ruang Gizi RSUD Saiful Anwar Terbakar, Tidak Menyentuh Gedung Perawatan Kesehatan

9 September 2026 - 17:43 WIB

Air Laut Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tenang Bukan Tsunami

9 September 2026 - 16:59 WIB

Tidak Masuk Akal Gelombang Keracunan Terus Terjadi: 300 Lebih Siswa SMP dan MTs Pati Diangkut ke Rumah Sakit

9 September 2026 - 16:14 WIB

Truk Tangki Air Angkut 1,5 Juta Batang Rokok Putih, Bea Cukai: Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

9 September 2026 - 11:09 WIB

Trending di News