Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Cara Hebat The Ocean Clean Up Membersihkan Sampah di Laut dan Sungai

badge-check


					Beginilah cara organisasi nirlaba Perbesar

Beginilah cara organisasi nirlaba

Penulis: Yuven Sugiarno  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM– The Ocean Cleanup adalah sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk membersihkan sampah plastik di lautan, khususnya di area yang dikenal sebagai Great Pacific Garbage Patch (GPGP).

The Ocean Cleanup memiliki kemampuan untuk mengumpulkan volume sampah yang signifikan dalam satu operasi. Berdasarkan informasi yang tersedia, sistem pembersih laut mereka dapat mengumpulkan antara 50.000 kg hingga 100.000 kg sampah per hari.

Untuk sistem Interceptor yang digunakan di sungai, kapasitasnya adalah sekitar 800 kg per pengisian tempat sampah, dan dapat beroperasi secara terus-menerus untuk mengumpulkan sampah dari sungai sebelum mencapai lautan.

Secara keseluruhan, The Ocean Cleanup dirancang untuk menangani masalah polusi plastik dengan efisiensi tinggi, baik di laut maupun di sungai.

Biaya untuk operasi pembersihan laut oleh The Ocean Cleanup bervariasi tergantung pada teknologi yang digunakan dan skala operasi. Berdasarkan informasi yang ada, biaya untuk menghilangkan satu kilogram plastik di laut diperkirakan sekitar 4,53 Euro (sekitar Rp 75.000) per kilogram. 

Inilah cara kerja jaring pembersih laut seperti jaring pukat harimau, ditebar seluas-luasnya membentuk letter U  untuk menjaring sampah di permukaan laut. Foto: theoceancleanup.com

Dengan kapasitas pengumpulan yang dapat mencapai 100.000 kg sampah per hari, total biaya untuk operasi sehari dapat berkisar antara 453.000 Euro (sekitar Rp  7,5 miliar) , jika seluruh kapasitas terisi penuh.Namun, biaya ini dapat bervariasi tergantung pada efisiensi sistem dan kondisi operasional.

Penggunaan sistem yang lebih baru, seperti System 03, diharapkan dapat menurunkan biaya per kilogram dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

 

Cara Kerja The Ocean Cleanup

The Ocean Cleanup menggunakan sistem yang terdiri dari perangkat pengumpul berbentuk U yang mengapung di permukaan laut. Sistem ini dirancang untuk memanfaatkan arus laut agar dapat mengumpulkan sampah plastik secara pasif.

Struktur ini memiliki layar permeabel di bawah permukaan air yang dapat menangkap serpihan plastik hingga ukuran kecil, bahkan sebesar 1 milimeter.

Sistem ini bergerak dengan kecepatan sekitar 1,5 knot dan dapat dikemudikan ke area dengan konsentrasi sampah yang lebih tinggi. Ketika sampah terperangkap dalam perangkat, arus air akan mendorongnya menuju pusat kendali di mana sampah tersebut akan diekstraksi dan disortir.

Sistem terbaru, Ocean Cleanup System 03,  memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan versi sebelumnya. Dengan ukuran tiga kali lebih besar dari sistem sebelumnya, diharapkan dapat menjaring lebih banyak sampah sepanjang tahun dan meningkatkan efisiensi pengumpulan hingga sepuluh kali lipat.

Setelah pengumpulan, sampah akan diangkut ke darat untuk didaur ulang. Proses ini melibatkan pengosongan tempat penyimpanan secara berkala oleh kapal lain yang datang untuk mengambil sampah yang telah terkumpul210. Sampah yang berhasil dikumpulkan dapat diproses menjadi bahan baru atau energi melalui metode seperti pirolisis.

Selain sistem laut, The Ocean Cleanup juga mengembangkan teknologi bernama River Interceptor untuk mencegah sampah masuk ke lautan dari sungai-sungai. Sistem ini menggunakan penghalang untuk mengarahkan sampah ke dalam kapal, di mana sampah tersebut kemudian disimpan dan dikirim untuk didaur ulang.

Dengan pendekatan inovatif ini, The Ocean Cleanup bertujuan untuk mengurangi jumlah plastik di lautan dan menciptakan solusi berkelanjutan bagi masalah polusi plastik global.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visi Misi Calon Kapolri Komjen Suyudi: 9 Fokus Perubahan Polri Bersama Rakyat!

1 Oktober 2026 - 17:08 WIB

1-6 Oktober 1965: Ade Irma Suryani Bocah Termuda yang Peroleh Gelar Pahlawan Nasional

1 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Menelisik Akar Terorisme (63): Konspirasi adalah Ibu Jari Penghubung

1 Oktober 2026 - 13:44 WIB

Dirjenpas Mashudi Pimpin Penghancuran Klaster Mewah di LP Cibinong, Mengarah Perusakan Barang Bukti

1 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Tengger untuk Dunia, ALIT Gelar Sarasehan Pranata Waktu ‘Sinau Niteni Mangsa’

1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Presiden Prabowo Ganti Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit kepada Komjen Suyudi Kepala BNN

1 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Tiga Anggota DPRD dari Gerindra Digrebek Pesta Narkoba, Kakak Beradik Asrilla dan Afif Reza Rimunda

1 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ratusan Truk Tutup Jl. Jagir Wonokromo, GSJT Tuntut Barcode Dihapus Minta BPH Migas Hadir

1 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Trending di News