Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bayar Rp 2.65 M Gagal Masuk Akpol, Dwi Purwanto Warga Pekalongan Lapor Polisi

badge-check


					Dwi Purwanto, warga Pekalongan melapor ke polisi. gegara merasa ditipu oleh dua oknum polisi dan dua warga sipil. Ia telah mengeluarkan dana Rp 2,65 m, tetapi anaknya gagal masuk akademi Kepolisian (Akpol). Saat ini perkara ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Foto: BatikTV Perbesar

Dwi Purwanto, warga Pekalongan melapor ke polisi. gegara merasa ditipu oleh dua oknum polisi dan dua warga sipil. Ia telah mengeluarkan dana Rp 2,65 m, tetapi anaknya gagal masuk akademi Kepolisian (Akpol). Saat ini perkara ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Foto: BatikTV

Penulis: Adi Wardhono   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PEKALONGAN– Impian seorang warga Pekalongan agar anaknya bisa masuk Akademi Kepolisian berubah menjadi mimpi buruk. Ia justru kehilangan uang miliaran rupiah setelah menjadi korban dugaan penipuan dengan modus “jalur khusus Kapolri”. Dua anggota polisi aktif di Pekalongan kini dilaporkan ke Polda Jawa Tengah.

Kasus dugaan penipuan rekrutmen Akademi Kepolisian ini dilaporkan oleh Dwi Purwanto, warga Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, demikian mengutip dari akun instagram@batanghelp, Sabtu 25 Oktober 2025.

Penipuan ini melibatkan dua anggota polisi aktif di wilayah Pekalongan berinisial Aipda Fachrurohim alias RH dan Bripka Alexander Undi Karisma alias Alex, serta dua warga sipil berinisial JK dan AG. Salah satu terlapor bahkan diduga mengaku sebagai adik Kapolri untuk meyakinkan korban.

Korban mengaku dihubungi temannya via WA bernama Rohim, bahwa ada aparat kepolisian yang bisa memasukkan anaknya ke Akpol. Menurut Dwi seperti dilansir Batik TV. Lalu dibicaraka nominal.

Dwi mengaku sudah mengeluarkan dana Rp 2,65 m, “Petama saya bayar Rp 500 juta diserahkan ke Pak Agung. Kedua, Rp 1,5 miliar diambil di rumah oleh saudara Alex. Dan yang Rp  650 lewat transfer,” kata Dwi Purwanto kepda awak BatikTV.

Anak Dwi akhirnya gagal lolos seleksi Akpol, sementara uang yang telah diserahkan tidak dikembalikan oleh para pelaku. Negosiasai sudah berjalan lama, tetapi uang juga tidak dikembalikan.  Karena merasa dirugikan, Dwi Purwanto melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Tengah dan menuntut pengembalian uang yang akan dipakai untuk modal usaha.

Kasus ini kini sedang diproses oleh aparat kepolisian, dan dua oknum polisi terlibat sedang menunggu sidang etik serta kemungkinan sanksi hukum terkait penipuan ini.

Ia kehilangan uang sebesar Rp2,6 miliar setelah diyakinkan oleh empat orang yang menjanjikan anaknya bisa lolos seleksi Akpol melalui jalur khusus Kapolri.

Dalam laporan tersebut, empat terlapor masing-masing berinisial Aipda F alias RH, Bripka AUK alias AL, serta dua warga sipil berinisial JK dan AG, yang bahkan sempat mengaku sebagai adik Kapolri.

Kasus ini berawal pada Desember 2024, saat salah satu oknum polisi menawari bantuan agar anak Dwi bisa lolos seleksi Akpol.

Dwi kemudian menyerahkan uang secara bertahap hingga total mencapai Rp2,65 miliar. Namun hingga proses seleksi berakhir, anaknya justru dinyatakan tidak lolos. Upaya untuk meminta kembali uang tersebut pun tak membuahkan hasil.

Korban berharap uangnya dapat dikembalikan dan para pelaku dijerat sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, menyebutkan telah menerima informasi ada dugaan penipuan terkait rekrutmen anggota Polri.

Saat ini laporan tersebut ditangani oleh Polda Jawa Tengah dan masih menunggu hasil perkembangannya. Namun hingga saat ini belum ada respon dari pihak Polda Jawa Tengah.

Kapolres menegaskan, pihaknya telah melakukan klarifikasi internal terhadap dua anggotanya serta berkoordinasi dengan Polda untuk memastikan proses hukum berjalan transparan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur janji kelulusan seleksi Polri dengan cara instan dan berbayar. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional