Menu

Mode Gelap

Headline

Ayah Ibu Kerja di Pasar, Balita 3 Tahun Tewas Ditabrak KA Lepas Subuh di Rejotangan Tulungagung

badge-check


					Petugas kepolisian Tulungagung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya anak balita berusia, 3, di Rejotangan, akibat tertabrak KA Gajayana, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu 4 Juni 2025. Instagram@radiopatria Perbesar

Petugas kepolisian Tulungagung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya anak balita berusia, 3, di Rejotangan, akibat tertabrak KA Gajayana, sekitar pukul 05.30 WIB, Rabu 4 Juni 2025. Instagram@radiopatria

Penulis: Saifudin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TULUNGAGUNG- Seorang balita berusia 3 tahun di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Gajayana,  Rabu pagi pukul 05.30 wib, 4 Juni 2025.

Korban, berinisial AM (atau MASP dalam beberapa laporan), sedang bermain di dekat rel kereta api yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya saat kejadian.

Pada saat itu, orang tua korban sedang pergi ke pasar dan korban hanya ditinggal bersama kakaknya, yang diduga tidak mengawasi dengan ketat sehingga korban lepas dan bermain di rel. Nama ayah korban adalah AS (50 tahun) dan nama ibu korbanLL (48 tahun).

Keduanya merupakan warga Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, dan bekerja sebagai pedagang

Kereta Api Gajayana yang melaju dari arah barat (Tulungagung) menuju timur (Malang) menabrak korban sekitar pukul 05.30 WIB. Awalnya tadi, korban bermain seorang diri di tepi rel dekat Stasiun Rejotangan. Kemudian muncul KA Gajayana tujuan Malang dari barat ke timur sehingga menabrak korban.

Korban terpental sekitar 20 meter & meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah di kepala.

Menurut Kasianto, saat kejadian, kedua orang tua korban sedang beraktivitas di pasar & korban dijaga oleh kakaknya. Diduga korban lepas dari pengawasan & akhirnya berjalan menuju rel. Jarak rumah dengan rel KA hanya sekitar 50 meter.

Orang tua korban langsung diberi kabar oleh warga sekitar & jenazah korban dibawa sendiri oleh ayahnya. Saat Tim Inafis Polres Tulungagung datang, jenazah korban sudah dimandikan oleh keluarga.

Tubuh korban terpental hingga sejauh 10-20 meter dan mengalami luka parah di kepala, sehingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

Masinis kereta diduga tidak mengetahui insiden tersebut sehingga tidak menghentikan kereta, dan kejadian baru diketahui oleh petugas pemeriksa rel yang melapor ke polisi.

Keterangan dari pihak kepolisian diberikan oleh Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto (atau Kasyanto dalam beberapa sumber).

Ia menjelaskan kronologi kejadian, menyebutkan bahwa korban balita berinisial MA (atau MASP/MAF) sedang bermain di dekat rel kereta api tanpa pengawasan setelah orang tua pergi ke pasar dan hanya ditinggal bersama kakaknya.

AKP Kasianto juga menyatakan bahwa korban mengalami luka parah di kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat tertabrak Kereta Api Gajayana.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut diketahui setelah petugas pemeriksa rel melaporkan insiden ke polisi.

Pihak kepolisian, melalui Polsek Rejotangan, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi jenazah korban balita yang tertabrak kereta api di desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Kepolisian juga mengungkapkan bahwa korban saat kejadian sedang bermain di pinggir rel dan tidak menyadari datangnya kereta api karena fokus bermain batu di sekitar rel. Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut untuk memastikan kronologi dan penyebab insiden.

Setelah kejadian, keluarga korban menolak proses visum dan langsung membawa jenazah untuk dimakamkan. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jenazah.

Peristiwa ini menambah catatan kecelakaan tragis di pelintasan rel kereta api di wilayah tersebut, yang seringkali terjadi karena kurangnya pengawasan dan fasilitas keselamatan di perlintasan rel. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kalah Praperadilan, KPK Langsung Giring Yaqut dan Ditetapkan sebagai Tersangka

12 Maret 2026 - 23:01 WIB

Polres Jombang Siap Amankan Idul Fitri 1447 H/2026 M

12 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kapolres Jombang bersama Dandim 0814 dan Wabup Jombang tengah periksa pasukan

Target 1000 SPPG, Gus Yahya: MBG Bukan Hanya Santri Sehat, tapi Juga Sakti

12 Maret 2026 - 16:59 WIB

Vonis 20 Tahun Dipecat dari TNI, Serma Yonanda Kodim Indragiri Hulu Terlibat Kurir 40 Kg Sabu

12 Maret 2026 - 15:52 WIB

Musrenbang Mojokerto 2027: Ketahanan Ekonomi dan Sosial Jadi Tema Utama

12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Kasus Campak Melonjak, Indonesia Urutan Kedua Tertinggi Dunia

12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Pajak Kendaraan Rp 4,3 T, Gubernur Jateng Sudah Nembel 93.000 Jalan Sisa 1.200 Lubang

12 Maret 2026 - 14:18 WIB

Ilustrasi penambalan jalan berlubang di Jawa Tengah jumlahnya mencapai 93.000 lubang. Fito: ist

Safari Ramadhan Bersama Dirut PT Pegadaian, Kanwil Surabaya Undang 30 Anak Panti Asuhan

12 Maret 2026 - 13:21 WIB

Motif Nyuri untuk Judol, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembunuh Ermanto Usman

12 Maret 2026 - 12:45 WIB

Trending di News