Menu

Mode Gelap

Headline

Aktivis dan Pemerhati Sejarah Jombang tak Pernah Surut, Cak Arief: Bung Karno Lahir di Ploso!

badge-check


					Pemerhati sejarah, Arif Yulianto atau Cak Arif menunjukkan sejumlah data. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto
Perbesar

Pemerhati sejarah, Arif Yulianto atau Cak Arif menunjukkan sejumlah data. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONNEWS.COM, JOMBANG-  Polemik tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, kembali mengemuka.

Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, menegaskan bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, Jombang, yang saat itu masih masuk wilayah Karesidenan Surabaya.

Menurut Cak Arif, secara historis dan administratif, Kabupaten Jombang sendiri baru berdiri pada 1910, bersamaan dengan dilantiknya bupati pertama, R.A.A Soeroadiningrat V atau Kanjeng Sepuh Jombang.

Artinya, pada saat kelahiran Soekarno tahun 1902, wilayah Ploso memang masih tercatat sebagai bagian dari Surabaya.

Cak Arif membeberkan sejumlah data arsip yang menguatkan bahwa Soekarno lahir di Ploso, Jombang.

Salah satunya adalah dokumen besluit (Surat Keputusan) tertanggal 28 Desember 1901 tentang penugasan ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, sebagai Mantri Guru Sekolah Ongko Loro di Ploso, Surabaya.

“Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso pada 28 Desember 1901,” ujar Cak Arif, Minggu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, enam bulan setelah penugasan tersebut, tepatnya 6 Juni 1902, Bung Karno lahir. Raden Soekeni kemudian berdinas di Ploso hingga tahun 1907 sebelum dipindahkan ke Sidoarjo, yang juga dibuktikan dengan arsip SK resmi.

Tak hanya itu, Cak Arif juga menunjukkan tulisan tangan Raden Soekeni yang mencatat tanggal lahir Soekarno pada 6 Juni 1902.

Data lain yang ditunjukkan adalah arsip pendidikan di Technische Hoogeschool (THS), yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung. Dalam arsip tersebut, tercatat Raden Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1902.

Menurut Cak Arif, penulisan “Surabaya” dalam arsip tersebut merujuk pada wilayah administratif saat itu, yakni Karesidenan Surabaya, yang mencakup Ploso—kini bagian dari Kabupaten Jombang.

“Jadi Surabaya yang dimaksud adalah Ploso, bagian dari Karesidenan Surabaya,” tegasnya.

Cak Arif juga memaparkan laporan pekerjaan sipil era Hindia Belanda tahun 1894. Dalam dokumen tersebut, sejumlah desa yang kini masuk wilayah Kabupaten Jombang disebut sebagai bagian dari Surabaja (Surabaya).

Beberapa desa yang tercantum antara lain:
Toeri (Turi)
Semanden
Goemoelan
Kedoengboto
Djoembatan
Potjokredjo
Woeloeh

Dalam dokumen itu tertulis: “In Surabaja heeft men in den rechter Brantasdijk de volgende irrigatiesluizen” yang merujuk pada pembangunan saluran irigasi di wilayah Surabaya sisi kanan Sungai Brantas.

“Nah dengan penyebutan Surabaja terhadap desa-desa yang kini masuk Kabupaten Jombang, menandakan pada masa itu wilayah ini memang bagian dari Karesidenan Surabaya,” jelasnya.

Penegasan tersebut, lanjut Cak Arif, juga sejalan dengan narasi dalam buku biografi berjudul Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia karya Cindy Adams terbitan 1966.

Dalam buku tersebut disebutkan bahwa ayah Bung Karno dipindahkan ke Surabaja dan di sanalah putra sang fajar dilahirkan.

“Yang dimaksud Surabaja di sini adalah Ploso, yang saat itu masuk Karesidenan Surabaya, dan sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Jombang,” pungkas Cak Arif.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolri Buka Pelatian GP Ansor di Bantul, Putut Prabanto: BMW Menjadi Dasar Komunikasi Banser

16 Februari 2026 - 14:01 WIB

Emergency Call Caroline Badard, Seorang Polisi Militer Kanada Marc Lamy ‘Diduga Bunuh Diri’ di Hotel Labuhan Bajo

16 Februari 2026 - 11:26 WIB

Awal Ramadan 1447 H Ditentukan Lewat Sidang Isbat, Potensi Perbedaan Masih Ada

16 Februari 2026 - 11:11 WIB

Mobil Tertimpa Kontener 32 Ton, Ayah-Ibu dan Anak Tewas di Karawang

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

5 Tahun Rangkap Kerja PLD dan GTT, Kejaksaan Probolinggo Tahan MH Huda dengan Tuduhan Korupsi Rp 118 Juta

16 Februari 2026 - 10:12 WIB

Selesai Akad Nikah Bos PT Travelina Dijemput Polisi Kendari, Telantarkan 29 Jemaah Umrah di Madinah

16 Februari 2026 - 09:47 WIB

Gegara Diputus Pertemanan, Dua Remaja Bawah Umur Tega Habisi Sahabatnya Pelajar SMP Bandung Barat

15 Februari 2026 - 22:29 WIB

Solusi Pengangguran dari Prof Stella, Siapa Tahu Anda Cocok

15 Februari 2026 - 22:20 WIB

Segenting Itukah, Purbaya: Pilih Utang Naik 40 Persen atau Kembali ke Krisis 1998

15 Februari 2026 - 21:34 WIB

Trending di Headline