Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Akibat Banjir Bandang di Sukabumi, Satu dari Empat Orang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

badge-check


					Pasukan BPBD Sukabumi dikerahkan untuk membantu warga mengungsi akibta meluapnya banjir di kawasa itu, Rabu 4 Desember 2024. instagram@sukabumi_and sukabumitoday Perbesar

Pasukan BPBD Sukabumi dikerahkan untuk membantu warga mengungsi akibta meluapnya banjir di kawasa itu, Rabu 4 Desember 2024. instagram@sukabumi_and sukabumitoday

KREDONEWS.COM, SUKABUMI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Jawa Barat mendata, ada 4 warga yang dilaporkan hilang dan 1 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang hingga longsor, di Kabupaten Sukabumi, per Kamis, 5 Desember 2024.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Barat, Bambang Imanuddin, mengatakan satu dari 4 orang tersebut adalah Emah (50), yang identitasnya diketahui sejak Rabu, 4 Desember 2024. Emah dinyatakan hilang di Kecamatan Gegerbitung.

Sementara 1 orang hilang di Kecamatan Pabuaran dan 2 yang lain di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Identitas ketiganya belum diketahui.⁠

Hingga saat ini, pihak BPDB masih melakukan pendataan baik untuk jumlah korban, serta bangunan yang terdampak. Pranata Ahli Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, menyampaikan, per Kamis (5/14) pagi terdata 117 bencana. “Sebanyak 55 tanah longsor, 31 banjir, 15 angin kencang, dan 16 pergeseran tanah,” katanya.⁠

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 4 Desember 2024, menyebabkan kerusakan signifikan pada harta benda dan mengakibatkan korban jiwa. Berikut adalah rincian mengenai dampak bencana tersebut:

Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 695 juta, dengan 40 unit bangunan mengalami kerusakan, termasuk 36 unit rusak ringan dan satu unit rusak berat. Banjir juga menghanyutkan setidaknya delapan mobil di Desa Curug Luhur, Sagaranten, dan menyebabkan lalu lintas lumpuh di beberapa jalan protokol

Banjir dan tanah longsor terjadi di berbagai kecamatan di Sukabumi. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain:

  • Kecamatan Ciemas
  • Kecamatan Pelabuhanratu
  • Kecamatan Cikakak
  • Kecamatan Gegerbitung
  • Kecamatan Pabuaran

Total terdapat 33 titik bencana yang dilaporkan, dengan ratusan orang terdampak
Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan ke depan untuk mempercepat penanganan dan evakuasi korban serta penyaluran bantuan darurat

Tim gabungan dari BPBD dan SAR telah dikerahkan untuk melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kejadian

Bencana ini merupakan hasil dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, menyebabkan luapan sungai dan pergerakan tanah yang signifikan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

Reskrim Polres Jombang Mulai Selidiki KPRI Sejahtera, Kasus Dana Rp124 Miliar Tidak Cair

30 Juli 2026 - 19:00 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Pemkab Jombang Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat 1 Ajaran 2026/2027

30 Juli 2026 - 18:00 WIB

KAIST Korsel Temukan ‘Sakelar Genetik’ Pengubah Sel Kanker Jadi Sel Normal

30 Juli 2026 - 16:43 WIB

Zoom Meeting Wabub Salmanudin dengan OJK, Penilaian Awal TPAKD Award 2025

29 Juli 2026 - 20:44 WIB

Peringatan Harganas 33, Bupati Warsubi dan Istri Peroleh Penghargaan dari Kementrian KPPK/ BKKBN

29 Juli 2026 - 20:03 WIB

Menelisik Akar Terorisme (42): Boudicca Bantai Orang Romawi di Tiang Gantungan

29 Juli 2026 - 19:43 WIB

Trending di News