Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

DNA Bebek Ditemukan di Dalam Kedua Mesin Jeju Air yang Jatuh Akhir Tahun Lalu

badge-check


					Kecelakaan diduga karena pesawat menabrak kawanan burung/RTR Perbesar

Kecelakaan diduga karena pesawat menabrak kawanan burung/RTR

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SEOUL-Kedua mesin pesawat Jeju Air yang jatuh bulan lalu dan menyebabkan 179 jiwa melayanh berisi sisa-sisa bebek, menurut laporan awal pada hari Senin (27 Januari), sementara pihak berwenang masih berusaha menentukan apa yang menjadi penyebab kecelakaan Jeju Air.

Laporan enam halaman yang dirilis oleh pihak berwenang Korea Selatan sebulan setelah kecelakaan tersebut mengatakan bahwa kedua mesin jet Boeing 737-800 berisi DNA dari Baikal Teals, sejenis bebek migrasi yang terbang ke Korea Selatan untuk menghabiskan musim dingin dalam kawanan besar.

Namun, laporan itu tidak memberikan kesimpulan awal tentang hal yang mungkin menyebabkan pesawat mendarat tanpa roda pendaratan yang terpasang, dan mengapa perekam data penerbangan berhenti merekam dalam empat menit terakhir penerbangan.

Penerbangan Jeju Air dari Bangkok pada tanggal 29 Desember 2024 melewati landasan pacu Bandara Muan saat melakukan pendaratan darurat dan menabrak tanggul yang berisi peralatan navigasi, yang disebut localiser, menewaskan semua kecuali dua dari 181 orang dan awak pesawat.

“Setelah pesawat menabrak tanggul, terjadi kebakaran dan ledakan parsial. Kedua mesin terkubur di gundukan tanah tanggul, dan badan pesawat bagian depan berserakan hingga 30-200m dari tanggul,” kata laporan itu, yang memberikan beberapa gambar baru dari lokasi kecelakaan.

Localiser membantu navigasi pesawat yang mendekati landasan pacu, dan struktur yang dibangun dari beton bertulang dan tanah di bandara Muan yang menopang antena sistem kemungkinan berkontribusi terhadap tingginya jumlah korban tewas, kata para ahli.

Penyelidikan akan membongkar mesin, memeriksa komponen secara mendalam, menganalisis data kontrol lalu lintas udara dan penerbangan, dan menyelidiki tanggul, localiser, dan bukti tabrakan burung, kata laporan itu tentang langkah selanjutnya.

“Aktivitas investigasi menyeluruh ini bertujuan untuk menentukan penyebab kecelakaan yang akurat,” katanya.
Mayday

Laporan tersebut menyoroti banyak temuan awal oleh para penyelidik Korea Selatan yang dibagikan kepada keluarga korban pada hari Sabtu, termasuk kesadaran pilot tentang sekawanan burung pada pendekatan terakhir pesawat.

Waktu pasti tabrakan burung tersebut dilaporkan oleh pilot masih belum dapat dipastikan, kata laporan kecelakaan tersebut, tetapi pesawat tersebut “membuat pernyataan darurat (Mayday x 3) untuk tabrakan burung saat berputar balik.”

Laporan tersebut tidak menyebutkan apa yang mungkin menyebabkan Perekam Suara Kokpit (CVR) dan Perekam Data Penerbangan (FDR) berhenti merekam secara bersamaan tepat sebelum pilot menyatakan keadaan darurat.

Pesawat tersebut berada pada ketinggian 152 m dengan kecepatan 298 km/jam sekitar 2 km dari landasan pacu saat perekam penerbangan berhenti merekam, katanya.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sebuah badan PBB, mengharuskan penyelidik kecelakaan untuk membuat laporan awal dalam waktu 30 hari sejak kecelakaan dan mendorong laporan akhir untuk dipublikasikan dalam waktu 12 bulan.

Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea Selatan telah membagikan laporannya dengan ICAO, Thailand, dan Amerika Serikat serta Prancis, yang merupakan negara asal bagi produsen pesawat dan mesin, kata seorang pejabat pada hari Senin.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Internasional