Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

20 Tahun Silam, Martunis Bocah Ajaib Korban Tsunami Aceh yang Jadi Anak Ronaldo

badge-check


					21 Hari bocah kecil ini terombang-ambing di lautan, ditewmukan selamat pasca Tsnami Aceh, 26 Desember 2004. Kini dia menjadi anak angkat pesepak bola top, Cristiano Ronaldo. Instagram@bbc.Indonesia Perbesar

21 Hari bocah kecil ini terombang-ambing di lautan, ditewmukan selamat pasca Tsnami Aceh, 26 Desember 2004. Kini dia menjadi anak angkat pesepak bola top, Cristiano Ronaldo. [email protected]

Penulis: Hadi S. Purwanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Tanggal 26 Desember 2024, merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada saat itu terjadi gempa aceh berkekuatan antara 9,1 hingga 9,3 magnetudo. Gempa ini berlangsung selama sekitar 10 menit dan berpusat di Samudra Hindia, pada kedalaman sekitar 10 hingga 30 kilometer.

Tsunami pun menyapu Aceh Utara. Banjir setinggi 15 meter menerjang daratan, meluapi desa-desa dan kota yang penuh penduduk. Gempa tersebut menyebabkan tsunami yang menghancurkan dan menewaskan sekitar 227.898 jiwa di berbagai negara, dengan Indonesia sebagai yang paling parah terkena dampaknya. Indonesia berduka, dunia terperanggah tak percaya tetapi itu terjadi.

Kini sudah 20 tahun berlalu, membawa cerita catatan pilu, termasuk kisah bocah bernama Maretunis, Kisah Martunis, seorang bocah yang selamat dari tsunami Aceh pada tahun 2004, menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dari bencana tersebut.

Martunis, yang saat itu berusia tujuh tahun, terpisah dari keluarganya ketika tsunami melanda pada 26 Desember 2004. Ia terjebak di dalam mobil yang terseret gelombang dan berusaha bertahan hidup dengan memanjat pohon dan mengapung di atas kasur yang hanyut selama 21 hari.

Setelah ditemukan pada 15 Januari 2005, Martunis dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ia mengalami luka-luka akibat terjangan ombak dan reruntuhan, namun berhasil selamat meski kehilangan ibu dan dua saudaranya dalam bencana tersebut.

Kisahnya menarik perhatian dunia, terutama setelah ia ditemukan mengenakan kaos tim nasional Portugal dengan nama Cristiano Ronaldo di punggungnya.

Cristiano Ronaldo, yang saat itu bermain untuk Manchester United, mendengar tentang kisah Martunis dan tergerak untuk mengunjunginya. Pada Juni 2005, Ronaldo datang ke Aceh untuk memberikan dukungan kepada korban tsunami dan bertemu langsung dengan Martunis. Pertemuan ini terjadi di dalam bus, bukan di lapangan sepak bola seperti yang dibayangkan banyak orang.

Ronaldo kemudian membantu Martunis dan keluarganya dengan membiayai pembangunan rumah mereka yang hancur akibat tsunami serta pendidikan Martunis hingga tingkat SMA. Selain itu, Ronaldo menawarkan Martunis kesempatan untuk tinggal bersamanya di Manchester, meskipun tawaran tersebut tidak terwujud karena permintaan ayah Martunis agar ia tetap tinggal di Indonesia.

Martunis menganggap Ronaldo sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Ia menyatakan bahwa kehadiran Ronaldo memberikan motivasi dan semangat baru setelah kehilangan keluarganya. Dalam wawancara, Martunis mengatakan bahwa Ronaldo telah menggantikan sosok ibunya dalam hidupnya dan selalu memberinya dukungan emosional.

Kisah Martunis menjadi simbol harapan dan kekuatan mental bagi banyak orang, terutama mereka yang menghadapi bencana alam. Hingga kini, ia terus dikenang sebagai “bocah ajaib” yang mampu bertahan hidup di tengah tragedi yang menimpa Aceh.

Martunis menjadi simbol harapan saat Aceh hancur diterjang gempa dan tsunami 20 tahun silam. Ada bocah Aceh berusia tujuh tahun berkaos timnas Portugal lolos dari maut setelah berhasil bertahan hidup seorang diri selama 21 hari.

Rekaman gambar Martunis menyebar ke seluruh dunia, hingga dia diundang ke Portugal. dan dikunjungi Cristiano Ronaldo. Rumah orang tuanya yang hancur akibat tsunami dibangun kembali dengan biaya dari Ronaldo, juga biaya sekolahnya hingga SMA.

Cristiano Ronaldo bahkan menawarinya tinggal bersama. Namun sang ayah tidak mengizinkannya. “Ayah tak mau kehilangan saya, karena cuma saya yang selamat [dari tsunami].”

Pada 2015 dia diundang “menimba ilmu” sepak bola di akademi sepakbola milik klub Sporting Lisbon di Portugal. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Menelisik Akar Terorisme (62): Ideologi Anarki merupakan Reaksi Kejam Melawan Aturan yang Mapan

28 September 2026 - 17:47 WIB

13 dari 16 Rumah di Klaster Mewah LP Cibinong Tidak Tercatat dalam Administrasi Milik Negara

28 September 2026 - 16:58 WIB

Tutupi Kebohongan dengan Kebohongan, Wisnu Hani Sengaja Bongkar Perabot dan tidak Pasang CCTV

28 September 2026 - 15:31 WIB

Update Keracunan MBG di Batang: Korban 589 Siswa, 127 Masih Dirawat, SPPG Dihentikan 30 Hari

27 September 2026 - 20:16 WIB

80 % dari 300 Kader Lolos Donor Darah HUT 25 PD, Lucy Kurniawati: Bisa Selamatkan 330.000 Nyawa

27 September 2026 - 18:48 WIB

Kepsek SMPN 18 Pukul Siswa Gegara tak Pakai Seragam Lurik, Kombes Pol Ganis Setyaningrum Turun Tangan

27 September 2026 - 00:01 WIB

Kombes Pol Setyaningrum Tangani Langsung Kasus Kekerasan terhadap Siswa SMP 18 Kota Malang

26 September 2026 - 23:49 WIB

Trending di News