Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Polisi Tangkap 5 Tersangka dan Sita Mesin Cetak Uang Palsu di Perpus UIN Makassar

badge-check


					Polisi Tangkap 5 Tersangka dan Sita Mesin Cetak Uang Palsu di Perpus UIN Makassar Perbesar

KREDONEWS.COM, MAKASSAR- Kasus peredaran uang palsu di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar semakin berkembang dengan penangkapan beberapa pelaku yang terlibat, termasuk seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kasus ini mulai terungkap, Sabtu, 14 Desember 2024, polisi menangkap empat pria di Mamuju, Sulawesi Barat, yang diduga terlibat dalam sindikat uang palsu. Salah satu pelaku adalah ASN Pemprov Sulbar berinisial TA (52), sedangkan tiga lainnya adalah wiraswasta.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Resmob Polresta Mamuju dan Polres Gowa. Sebelumnya, pihak kampus mengkonfirmasi bahwa Kepala Perpustakaan UIN, Andi Ibrahim, dan seorang staf rektor juga terlibat dalam sindikat ini. Mereka ditangkap setelah penyelidikan yang dimulai dari penemuan uang palsu senilai Rp 500.000.

Polisi menyita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 446,7 juta yang ditemukan di gedung perpustakaan UIN. Selain itu, sebuah mesin cetak uang palsu juga disita dalam penggeledahan.

Total ada 15 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap lebih banyak informasi tentang jaringan sindikat ini.

UIN Alauddin Makassar berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Andi Ibrahim telah dinonaktifkan dari jabatannya sambil menunggu hasil penyidikan lebih lanjut

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran mengenai integritas institusi pendidikan tinggi. Pihak kampus memastikan akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini secara transparan.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, membenarkan adanya penangkapan salah satu pegawai kampus terkait kasus ini. Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, 14 Desember 2024, Prof. Hamdan menegaskan bahwa pelaku adalah oknum individu dan tidak mewakili institusi.

“Penangkapan pegawai UIN Alauddin terkait dengan penyebaran uang palsu, kami tegaskan bahwa, pelaku (ASN) yang ditangkap adalah murni oknum,” papar Prof Hamdan Juhannis.

Menanggapi kabar bahwa proses produksi uang palsu dilakukan di lingkungan kampus, Prof. Hamdan menepis rumor tersebut. Menurutnya, informasi yang beredar saat ini belum didukung oleh pernyataan resmi dari kepolisian.

“Informasi yang menyebar di media hanyalah desas-desus karena polisi belum mengeluarkan pernyataan terhadap detail kasus ini, dan (juga) belum ada penyampaian resmi ke pihak kampus,” terang Prof Hamdan.

Prof. Hamdan menegaskan bahwa pihak kampus menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Ia juga memastikan bahwa UIN Alauddin akan mengambil tindakan tegas jika pelanggaran hukum terbukti dilakukan oleh pegawai tersebut.
**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membuka dan Menutup Muktamar ke 35, Presiden Prabowo Terima KTA NU dari KH Miftachul Akhyar

31 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tidak Ada Saksi, Posko DPP GRIB Milik Hercules Tibatiba Terbakar!

31 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Trending di News