Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jombang Terjadi Hujan Cukup Deras , Wiko Diaz: Ini Hujan Rekayasa Pemprov Jatim untuk Atasi Karhutla

badge-check


					Sejenak suasam panas berubah agar sejuk dan segar, akibat hujan satu jam di sebagian wilayah Jombang, Selasa siang 27 Oktober 2026. (Insert) Kalaksa BPBD Jombang, Wiko Birawa Diaz Quintas. Foto: kredonews.com/ priyo s. Perbesar

Sejenak suasam panas berubah agar sejuk dan segar, akibat hujan satu jam di sebagian wilayah Jombang, Selasa siang 27 Oktober 2026. (Insert) Kalaksa BPBD Jombang, Wiko Birawa Diaz Quintas. Foto: kredonews.com/ priyo s.

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Wilayah Jombang alami hujan sekitar satu jam, pada pukul 12.00 – 13.15, dilanjut Selasa sote  27 Oktober 2026.

Warga merasa senang, karena bisa meredakan suhu udara panas berubah jadi lebih segar.

Bagaimana pendapat Kalaksa BPBD Jombang, Wiko Birawa Diaz Quontas, atas hujan di Jombang.

“Jadi hujan yang terjadi saat ini, bukan pertanda awal musim penghujan. Tetapi hujan rekayasa dari Provinsi, tujuan utamanya untuk padamkan kebakaran hutan di wilaya hutan yang terbakar,”

Pernyataan disampaikan menjawab kredonews.com atas terjadinya hujan. BMKG belum merilis awal musim hujan,” tambahnya.

Seperti telah diketahui umum, bany terjadi karhutla seluruh Indonesia, termasuk di Jatim, hutan Bromo, Arjuna, sepuatar Batu, Malang, Pasuruan, Probolinggo. Jila tidak dilakukan hujan rekayaa, maka dampaknya makin berbahaya.

Waspadai Hidrometeorolagi

Meski demikaian, setelah dilanda kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan, Kabupaten Jombang memasuki masa transisi musim hujan.

Berdasarkan catatan kejadian bencana tahun‑tahun sebelumnya dan pemetaan risiko BPBD Kabupaten Jombang, ada sejumlah titik yang selalu menjadi lokasi terdampak utama saat hujan deras turun, sehingga perlu kewaspadaan khusus bagi warga yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Titik‑titik Rawan Banjir

* Kecamatan Mojoagung: Wilayah bantaran Sungai Konto, terutama Desa Murukan dan sekitar aliran sungai utama; sering tergenang akibat pendangkalan saluran air.

* Kecamatan Ngusikan: Desa Kedungbogo dan sekitar bantaran sungai, rawan luapan saat hujan berdurasi panjang.

* Kecamatan Kesamben: Desa Jombo dan Blimbing, titik genangan berulang pada musim hujan sebelumnya.

* Kecamatan Sumobito: Desa Madiopuro dan Talun Kidul, sempat terendam air hingga 1 meter pada awal tahun lalu.

* Kecamatan Mojowarno: Sebagian besar wilayah bantaran sungai yang berpotensi meluap saat hujan deras.

Titik‑titik Rawan Longsor

Dua kecamatan utama yang masuk kategori risiko tinggi longsor menurut catatan BPBD Jombang:

* Kecamatan Wonosalam (lereng Gunung Arjuna): Titik utama di Desa Jarak, Panglungan, dan Sambirejo; tanah yang lama kering mudah tergelincir jika jenuh air hujan.

* Kecamatan Bareng: Wilayah perbukitan bagian utara‑barat, sering terjadi longsor kecil‑menengah saat hujan terus‑menerus.

Zona rawan banjir: Sebagian besar wilayah dataran rendah selatan‑tengah Jombang:

Mojoagung‑Ngusikan‑Kesamben‑Sumobito‑Mojowarno
• Zona rawan longsor: Wilayah perbukitan utara (Wonosalam‑Bareng)
(Peta visual terperinci dapat diunduh di situs resmi BPBD Kabupaten Jombang)

“Kondisi tanah yang keras akibat kemarau membuat daya serap air rendah, sehingga risiko banjir dan longsor bisa muncul lebih cepat dibanding tahun‑tahun biasa,” ujar Wiko.

Kalaksa BPBD Jombang ini juga mengimbau warga memantau peringatan dini cuaca dari BMKG dan BPBD, membersihkan saluran air sekitar rumah, serta mengenali jalur evakuasi terdekat di desa masing‑masing.

Jika melihat tanda‑tanda bahaya seperti retakan tanah atau aliran air tiba‑tiba deras, segera hubungi pos keamanan atau nomor darurat BPBD setempat.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terjaring Operasi Patuh di Lumajang, Pelajar Nekat Terobos Hingga Menabrak Jatuh Wanita Polantas

27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Perempuan Mati Mendadak Dalam Posisi Tertidur

27 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kasus Pembunuh Istri Siri dan Anaknya, Polisi Ringkus Dwi Bagus Sembunyi di Desa Mejoyolosari, Gudo Jombang

27 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Ketua DPRD Hadi Atmaji dan Rombongan Hadir Nonton de’Massiv Penutupan Peringatan Hari Jadi Jombang

27 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polres Gresik Resmi Gelar Operasi Patuh Semeru 2026

27 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (73): Meredup, Klan Melahirkan Sikap Sombong

27 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Barbarossa dan Gibran Ajukan Surat Mundur sebagai Staf Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 05:06 WIB

Kalaksa BPBD Wiko Diaz: Glontorkan Air Bersih ke Kebon Dalem Bareng dan Jipurafah Plandaan

26 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Trending di News