Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG – Setelah terputus selama hampir tujuh tahun sejak akhir tahun 2019, harapan warga Kecamatan Kudu dan Kecamatan Ngusikan semakin dekat terwujud seiring pesatnya pembangunan Jembatan Kudubanjar.
Bupati Jombang Warsubi turun langsung meninjau progres pekerjaan di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu, Jumat, 23 Nobember 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke‑116 Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional.
Selama jembatan terputus, warga dua kecamatan ini harus menempuh rute memutar jauh untuk mengangkut hasil panen padi, jagung, dan komoditas pertanian lain ke pasar utama.
Biaya angkut menjadi lebih mahal, waktu perjalanan bertambah berjam‑jam, sehingga harga jual hasil tani warga ikut tertekan.
Mobilitas sekolah, pelayanan kesehatan, dan urusan sehari‑hari juga terganggu bagi ribuan keluarga di wilayah pedesaan ini.
Dalam peninjauan lapangan, Bupati Warsubi menyatakan pemulihan jembatan ini bukan sekadar pekerjaan fisik semata, melainkan upaya mengembalikan denyut nadi ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami membangun infrastruktur ini agar akses warga menjadi lebih dekat, biaya pengiriman hasil tani lebih ringan, dan produk petani kita bisa bersaing lebih baik di pasar,” ujar Bupati Warsubi di hadapan tim pelaksana dan perangkat desa setempat.
Progres 70, 913 Persen
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Ir. Dian Kusuma Rahmad Subekti, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa progres pekerjaan hingga minggu ke‑12 (18‑24 Oktober 2026) telah mencapai 70,913 persen.
Capaian ini melebihi target awal sebesar 52,428 persen atau selisih kemajuan positif sebesar 18,485 persen.
Rangka utama jembatan tipe Bailey direncanakan terpasang penuh pada awal November, dilanjutkan pemasangan lantai jembatan pada pertengahan November.
Sebelum dibuka untuk umum, jembatan akan melalui uji kelayakan struktur secara menyeluruh guna menjamin keamanan pengguna.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, pengoperasian penuh diproyeksikan dimulai pada awal Desember 2026.
Dengan beroperasinya kembali Jembatan Kudubanjar, jalur perjalanan antara Kudu dan Ngusikan akan dipangkas cukup jauh.
Distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan murah, akses ke puskesmas dan sekolah menjadi lebih mudah, serta pelaku usaha lokal dapat memperluas jangkauan pasarnya.
Berdasarkan siaran pers Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jombang serta laporan terkait proyek ini :
* Jenis konstruksi: Jembatan modular tipe Bailey (rangka baja pabrikasi)
* Panjang bentang utama: 27 meter
* Lebar perkerasan jalan: 4 meter
* Daya tahan beban: Dirancang untuk kendaraan roda empat hingga truk muatan sedang (sesuai standar jalan kabupaten)
* Anggaran proyek: Sekitar Rp 3 miliar (APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026)
* Sistem struktur: Rangka baja galvanis, lantai pelat baja, fondasi beton bertulang di kedua tepi sungai
* Progres saat ini (per 24‑10‑2026): 70,91 %; rangka utama diharapkan terpasang awal November, pemasangan lantai pertengahan November, uji kelayakan struktur sebelum pengoperasian awal Desember 2026.
**

















