Menu ✖

Otomatis
Breaking News

News

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

badge-check

Setelah melakukan pencarian sejak 8 Setember 2026, SAR hentikan operasi  pencarian hilangnya 5 jurnalia dan tiga kru, saat liputan erupsi G Anak Krakatau, 7 September 2026. Foto: ist Perbesar

Setelah melakukan pencarian sejak 8 Setember 2026, SAR hentikan operasi pencarian hilangnya 5 jurnalia dan tiga kru, saat liputan erupsi G Anak Krakatau, 7 September 2026. Foto: ist

Tulisan: Mayang K. Mahardhika   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CARITA, BANTEN — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menghentikan operasi pencarian delapan orang — lima jurnalis, dua awak kapal cepat, dan satu pemandu wisata — yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas liputanerupsi gunung Anak Krakatau.

Keputusan ini diambil setelah pencarian berlangsung selama sepuluh hari penuh namun tidak ditemukan satu pun korban maupun puing-puing kapal yang digunakan.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menyampaikan pernyataan resmi pada Kamis, 17 September 2026.

“Kami telah menghentikan operasi pencarian, namun jika ditemukan tanda-tanda kapal atau korban, kami siap membuka kembali operasi ini. Jadi, ini bukan berarti berakhir sepenuhnya.”

” Ia menambahkan bahwa informasi mengenai kapal yang hilang akan terus disiarkan kepada seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda, dan setiap informasi baru akan segera ditindaklanjuti .” Katanya menegaskan.

Rombongan berangkat menggunakan kapal cepat Arupadatu I dari dermaga Pagedokan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin siang, 7 September 2026.

Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB, sekitar 42 menit setelah keberangkatan. Sejak saat itu, seluruh komunikasi terputus .

Selama sepuluh hari operasi, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai aset, antara lain KN SAR Tetuka, satu unit kapal RIB, serta pesawat udara pengawas.

Wilayah pencarian diperluas hingga ke perairan Lampung dan sekitar Pulau Anak Krakatau. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada satu pun korban, sisa-sisa kapal, maupun barang-barang milik rombongan yang berhasil ditemukan .

Keluarga dan rekan-rekan korban memohon agar pencarian tetap dilanjutkan, namun Basarnas menjelaskan bahwa secara prosedur operasi pencarian dibatasi waktu berdasarkan kemampuan daya jangkau dan kemungkinan temuan.

Dengan dihentikannya pencarian, nasib kedelapan orang tersebut kini dinyatakan dalam status hilang.

Masyarakat dan awak kapal yang melintas diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di perairan Selat Sunda .

Daftar Korban

5 Jurnalis:

1. Muhammad Bagus Khoirunnas — Kantor Berita Antara
​
2. Arie Basuki — Merdeka.com
​
3. Yudistiro Pranoto — iNews.id
​
4. Firdaus Wajidi — Anadolu Agency
​
5. Donal Husni — Fotografer Lepas

2 Awak Kapal:
6. Warta — Nahkoda kapal
7. Surakman — Awak kapal

1 Pemandu/Juru Arah:
8. Heriyanto — Pemandu wisata

Kronologi

  • Senin, 7 September 2026, pukul 14.00 WIB — Rombongan berangkat dari dermaga Pagedokan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan kapal cepat Arupadatu I
    ​
  • Senin, 7 September 2026, pukul 14.42 WIB — Terjadi kontak terakhir. Sejak saat itu seluruh komunikasi terputus
    ​
  • Selasa, 8 September 2026, pukul 13.55 WIB — Rekan jurnalis melaporkan kelompok tersebut tidak dapat dihubungi. Tim SAR Banten langsung mengerahkan KN SAR Tetuka dan satu unit kapal RIB ke lokasi terakhir kontak
    ​
  • 9–16 September 2026 — Operasi pencarian diperluas hingga ke perairan Lampung dan sekitar pulau Anak Krakatau dengan dukungan pesawat udara. Tidak ada hasil yang ditemukan
    ​
  • 16 September 2026 — Masa pencarian awal berakhir, diperpanjang tiga hari namun tetap nihil hasilnya
    ​
  • Kamis, 17 September 2026 — Basarnas secara resmi mengumumkan penghentian operasi pencarian setelah 10 hari berjalan tanpa menemukan korban maupun puing kapal. **
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

6 Nov 2026 - 13:07 WIB

Smelting Kembali Raih Penghargaan CSR Award 2026 ADINKES, Atas Dedikasi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

6 Nov 2026 - 12:00 WIB

Status Siaga III, Semeru Erupsi Semburkan Awan Panas 700 Meter

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

6 Nov 2026 - 11:37 WIB

Dua Gempa 5 dan 5.2 Magnetudo Guncang Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Dampak

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

6 Nov 2026 - 08:29 WIB

Wabup Gresik Ingatkan Pengawasan Perubahan Data SIPD dalam Penyusunan APBD 2027

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

6 Nov 2026 - 08:27 WIB

Smelting Raih Penghargaan Gubernur Jatim Karena Lestarikan Ekosistem Mangrove

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

6 Nov 2026 - 08:24 WIB

Satresnarkoba Polres Gresik Tangkap Residivis Kurir Sabu, 57,96 Gram

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

5 Nov 2026 - 13:27 WIB

Hadi Atmaji: DPRD Jombang Siapkan Pansus, Kawal RPJMD dan LP2B

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

5 Nov 2026 - 08:30 WIB

Jombang Raih Penghargaan Nasional ATM Award di Bandung, Hexawan: Dilaksanakan Hingga ke Desa

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros

5 Nov 2026 - 07:43 WIB

Bidik Pasar Indonesia Timur, SIG Pasok Bata Interlock Presisi untuk Sunrise City Maros
Trending di Nasional