Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Guru Thailand Dihukum 111 Tahun Penjara karena Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Ratusan Anak

badge-check


					Polisi menemukan barang bukti.(ist) Perbesar

Polisi menemukan barang bukti.(ist)

KREDONEWS.COM-Seorang guru di sebuah sekolah Bangkok telah dijatuhi hukuman 111 tahun dan 216 bulan penjara oleh pengadilan Phitsanulok dalam kasus yang melibatkan pelecehan seksual dan perpeloncoan terhadap seorang anak laki-laki di bawah umur, Departemen Investigasi Khusus (DSI) mengumumkan pada 9 Desember.

Guru tersebut juga diperintahkan membayar ganti rugi sebesar 1,5 juta baht (S$59.685) kepada anak tersebut dan 650.000 baht kepada ibunya atas kejahatan yang dilakukannya saat mengajar di sebuah sekolah di provinsi Phitsanulok.

Tee, 32, yang nama belakangnya dirahasiakan karena perintah untuk menutup-nutupi informasi, ditangkap pada tanggal 24 Juni sebagai bagian dari penyelidikan DSI terhadap agen model Pathum Thani yang diduga melakukan persiapan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Pemilik agensi Model Nene, Danudet Saengkaew, 28 tahun, mengakui kejahatannya awal tahun ini setelah polisi menemukan lebih dari 500.000 gambar anak-anak yang mengalami pelecehan seksual dalam kepemilikannya.

Ia dinyatakan bersalah atas lebih dari 60 pelanggaran dan dijatuhi hukuman 121 tahun 223 bulan penjara pada 11 Februari. Danudet juga diperintahkan membayar ganti rugi sebesar 2,1 juta baht kepada delapan korban yang diidentifikasi DSI dari foto-foto tersebut.

Investigasi DSI menemukan bahwa Danudet dan Tee telah bekerja sama dalam merayu anak-anak. Tee mengaku telah melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak di beberapa tempat di sekolah, termasuk di mobilnya, kamar kecil, dan ruang audio-visual. Bukti menunjukkan bahwa keduanya telah melakukan kekerasan seksual terhadap lebih dari 1.000 korban, kata DSI.

Departemen tersebut tengah berupaya mengidentifikasi korban lain dalam foto-foto tersebut untuk memastikan keadilan bagi mereka yang dilecehkan. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Trending di Headline