Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

badge-check


					Petugas serse Polda Jabar berhasil meringkus Taufik Hidayat, 30, di Cibiru, Bandung, pukul 05.15 WIB. Ia buron 23 hari, setekah terkuak perilaku sadis terhadap Yuvita, 29, pacarnya. Foto: instgaram@ully.herizon Perbesar

Petugas serse Polda Jabar berhasil meringkus Taufik Hidayat, 30, di Cibiru, Bandung, pukul 05.15 WIB. Ia buron 23 hari, setekah terkuak perilaku sadis terhadap Yuvita, 29, pacarnya. Foto: [email protected]

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG  —  Petugas Serse Polda Jabar dalam suasana tenang dan pasti berhasil meringkus Taufik Hidayat, 30,  setelah 23 hari melarikan diri dalam persembunyianya.

Polisi meringkus pria ini Senin, 22 Juni 2026 pukul 05.15 WIB, di sebuah rumah kontrakan sederhana di Komplek Perumahan Griya Asri Blok C No.12, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung

Saat dijaring petugas dini hari, pria itu hanya terdiam, membisu, dan tak berkutik sedikit pun — seolah telah lama menunggu hari itu datang.

Reaksi tanpa perlawanan ini menjadi titik fokus unik, mengakhiri pelariannya sekaligus membuka tabir bagaimana selama 3 tahun penuh ia menguasai, menyekap, dan menganiaya kekasihnya Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) di balik pintu kamar kost yang terkunci rapat, tanpa tetangga pun menyadari kejamnya penderitaan perempuan ini.

Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat melacak jejak keberadaannya hingga ke sebuah rumah kontrakan sederhana di Komplek Perumahan Griya Asri Blok C No.12, Kelurahan Cibiru Wetan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Inilah lokasi persembunyian terakhirnya setelah ia melarikan diri sehari setelah korban berhasil meminta pertolongan, tepat 27 Mei 2026.

“Begitu pintu dibuka dan kami masuk, ia hanya berdiri diam, menunduk, dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Tidak berteriak, tidak melawan, tidak berusaha menyembunyikan apa‑apa. Seolah beban itu sudah terlalu berat dipikulnya,” ungkap AKBP Rudi Santoso, Kepala Satreskrim Polda Jawa Barat, mengonfirmasi jalannya penangkapan secara resmi, noomor rikia  RILIS/296/VI/2026/HMS.

DPO 23 Hari
Sebelum masuk daftar pencarian orang (DPO) resmi tertanggal 30 Mei 2026, Taufik — yang bekerja sebagai pengumpul utang/debt collector di kawasan Tritan Point, Bandung — menjalani hubungan sekaligus menguasai hidup korban mulai tahun 2023.

Di kamar kost di kawasan Jalan Pahlawan, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, ia memotong seluruh akses korban ke dunia luar: mengambil kartu identitas, menyita ponsel, melarang bertemu siapa pun, lalu menjadikan penganiayaan rutin sebagai cara “mengendalikan” perasaannya.

Akibat perlakuan berulang yang dilakukan dengan tangan kosong maupun benda keras, tim dokter dari RSUD Kota Bandung menetapkan Yuvita mengalami cacat permanen: kebutaan total pada kedua mata, kerusakan jaringan mulut dan rahang, serta kerusakan bentuk wajah yang tidak dapat dipulihkan kembali seumur hidupnya.

Ancaman

Dalam berkas perkara yang disusun jaksa, Taufik didakwa melanggar Pasal 333 KUHP tentang Penyekapan juncto Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan Mengakibatkan Luka Berat, diperberat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang‑Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Berbeda
Yang membuat kasus ini berbeda dari sekadar berita penganiayaan biasa: bagaimana teror selama 1.095 hari itu berlangsung tertutup rapat di bawah atap yang sama, di mana korban justru mengira tinggal bersama orang yang dicintainya.

Sedangkan pelaku mengubah tempat tinggal menjadi penjara pribadi yang menyiksa. Dan ketika akhirnya terungkap, pelariannya tidak berlangsung lama — ia ditemukan dan diamankan dengan sikap pasrah yang menjadi tanda pengakuan diam‑diam atas semua perbuatannya.

“Kebisuan itu bukan tanda tidak bersalah, justru menjadi gambaran bahwa ia sadar persis apa yang telah ia perbuat selama tiga tahun. Kini hukum yang akan berbicara menggantikan suara korban yang selama ini dibungkam,” tegas AKBP Rudi Santoso.

Saat ini Taufik Hidayat ditahan di sel tahanan khusus Polda Jawa Barat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara korban mendapatkan pendampingan medis, psikologis, dan perlindungan resmi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News