Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Diet Yoyo Bisa Menganggu Metabolisme Tubuh

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Diet Yoyo atau weight cycling adalah pola turun berat badan lalu naik kembali secara berulang dalam waktu singkat. Banyak kasus dipicu pola diet ekstrem dan pembatasan kalori tidak realistis untuk jangka panjang.

Dampak utamanya adalah penurunan laju metabolisme basal akibat tubuh masuk ke dalam mode penghematan energi. Berkurangnya massa otot memperburuk metabolisme sehingga kapasitas pembakaran kalori tubuh menjadi semakin rendah.

Diet yoyo tidak hanya memengaruhi berat badan, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak negatif yang serius bagi kesehatan. Pentingnya memahami efek dari diet yoyo agar kamu terhindar dari pola perubahan berat badan yang tidak baik.

Lalu, apa saja efek diet yoyo bagi kesehatanmu? Yuk, kenali beberapa di antaranya yang wajib diwaspadai, dilansir dari berbagai sumber:

1. Penurunan Basal Metabolic Rate (BMR) jangka Panjang

Penurunan berat badan drastis akibat diet yoyo membuat tubuh menganggapnya sebagai kondisi krisis energi. Tubuh kemudian memperlambat pembakaran energi untuk mempertahankan cadangan yang tersisa lebih lama.

Metabolisme menjadi lebih lambat bahkan setelah diet selesai dijalani. Akibatnya, tubuh lebih hemat energi sehingga penurunan berat badan berikutnya semakin sulit dicapai.

2. Gangguan hormon dan keseimbangan tubuh

Diet yoyo dan fluktuasi berat badan ekstrem dapat mengganggu keseimbangan hormon leptin dan grelin tubuh. Kondisi ini memengaruhi sinyal lapar dan kenyang yang diatur oleh sistem hormonal.

Saat berat badan turun drastis, leptin menurun sehingga tubuh merasa lebih lapar meskipun asupan cukup. Sementara itu, grelin meningkat setelah penurunan berat badan dan memperkuat rasa lapar.

3. Kesulitan menurunkan berat badan

Setelah siklus diet yoyo berulang, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap penurunan asupan kalori. Mekanisme pertahanan diaktifkan sehingga metabolisme melambat dan penyimpanan lemak menjadi lebih efisien.

4. Jehilangan kekuatan otot

Salah satu dampak diet yoyo adalah berkurangnya massa otot selain penurunan lemak tubuh. Saat berat badan naik kembali, lemak lebih mudah pulih dibandingkan jaringan otot yang hilang.

Jika siklus ini berulang, massa otot dapat terus menurun dari waktu ke waktu. Kehilangan otot membuat tubuh menjadi lebih lemah dan kurang bertenaga secara keseluruhan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Modal Miliaran Jadi Triliunan, Intip Kesuksesan Bisnis Skincare Zhang Ziyi

26 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Trending di Life Style