Menu

Mode Gelap

Headline

Dua Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Jalur Demak-Semarang Tutup Total

badge-check


					Dua tanggul sungai Tuntang, Tanggul Sungai Tuntang yang jebol berada di wilayah di dua titik jebolan yakni Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung) di sepanjang Jalan Raya Semarang-Purwodadi, Senin 16 Febaruari 2026. Foto: Instagram@a6_gabuts Perbesar

Dua tanggul sungai Tuntang, Tanggul Sungai Tuntang yang jebol berada di wilayah di dua titik jebolan yakni Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung) di sepanjang Jalan Raya Semarang-Purwodadi, Senin 16 Febaruari 2026. Foto: Instagram@a6_gabuts

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, DEMAK- Dua tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol pada Senin sore, 16 Februari 2026, akibat debit air yang sangat deras. Kejadian ini melumpuhkan Jalan Raya Semarang-Purwodadi secara total dan menyebabkan banjir merendam beberapa desa.

Tanggul jebol di dua titik, masing-masing:

  • Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung), Kecamatan Kebonagung.
  • Dukuh Wareng pernah jebol tahun sebelumnya, sementara Dempel merupakan jebolan baru dengan panjang sekitar 50 meter. Air mengalir hingga ke Desa Tinanding (Grobogan) dan wilayah utara lainnya.

Banjir setinggi 1 meter merendam rumah warga di Dukuh Dempel dan Wareng, mengisolasi ratusan penduduk.

Jalur utama tak bisa dilalui karena arus deras, menyulitkan akses ke dukuh terdampak.
Luberan udara berpotensi mencapai Telogosih besoknya.

Aliran udara Sungai Tuntang mencapai 2070 m³/detik di Bendung Glapan, melebihi hi daya tampung tanggul.Hujan tinggi di Jawa Tengah meningkatkan volume air sungai.

Kepala BPBD Kabupaten Demak, Agus , memberikan keterangan resmi terkait jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada 16 Februari 2026.

Ia menyatakan bahwa Jalan Raya Semarang-Purwodadi lumpuh total akibat banjir dari jebolan di Dukuh Dempel dan Wareng.

Kades Desa Pilangwetan, Toha Mahsun mengatakan bahwa banjir di dukuhnya yang tingginya 1 meter.Pejabat ini menyebut akses terputus karena arus deras, sehingga sulit menyatukan warga.

Setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada 16 Februari 2026 sore, banjir bandang langsung menggenangi organisasi di Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung), Kecamatan Kebonagung, Demak.
Dua dukuh ini menjadi terisolir karena arus udara deras setinggi 1 meter, menghambat akses Jalan Raya Semarang-Purwodadi.

Warga mulai dievakuasi secara mandiri dan dibantu BPBD Demak serta BPBD Grobogan.
Plt Camat Kebonagung, Yogi Setiawan Widi Nugroho, mengkoordinasikan upaya ini hingga malam hari, meski akses sulit karena aliran deras.

Relawan BPBD seperti Lek Sho melaporkan evakuasi masih berlangsung hingga ratusan warga terjebak.

Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk perbaikan darurat tanggul.
Kades Pilangwetan, Toha Mahsun, memadukan situasi, sementara aliran udara Sungai Tuntang tetap tinggi berpotensi meluap ke wilayah lain seperti Grobogan.

Kronologi: 
  • 15/2/2026 malam hingga 16/2 halaman : Hujan deras mengguyur Jawa Tengah, meningkatkan debit Sungai Tuntang dari kiriman hulu seperti Sungai Glugu dan Jajar.

  • Siang 16/2/2026 : Aliran udara Bendung Kaca suhu 2070 m³/detik, melebihi daya tampung tanggul.

  • Pukul 15:00 WIB : Dua tanggul jebol bersamaan—Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan, jebolan baru panjang ~50m) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung, titik sama seperti 2025).

  • 15:00-17:00 WIB : Banjir bandang setinggi 1 juta genangi organisasi, lumpuhkan Jalan Raya Semarang-Purwodadi; air mengalir ke Desa Tinanding (Grobogan).

  • Sore-menjelang malam : Dua dukuh terisolir; warga mengeluh mandiri, BPBD Demak & Grobogan turun tangan meski akses sulit.

  • Malam hari : Plt Camat Kebonagung Yogi Setiawan koordinasi; Kades Toha Mahsun pantau debit air berpotensi ke Telogosih.

  • Data awal malam : 838 jiwa/277 rumah terdampak di Grobogan, 30 Ha sawah tergenang; Itu berlanjut hingga tengah malam. **

Tindak lanjut
Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pamit Jalan-jalan Usai Salah Subuh, Tiga Bocah Perempuan Ditemukan Tewas di Waduk Menongo Lamongan

17 Februari 2026 - 14:59 WIB

Cek Harga Jelang Ramadhan di Jombang: Cabe Rawit Rp 90.000/Kg, Bawang Merah Rp 43.000/ KG

17 Februari 2026 - 13:18 WIB

Sekitar 1 Ton Durian Berceceran di Tol Sumo KM 713, Ban Pecah Pick-up Tabrak Guardrail Sopir dan Kernet Selamat

17 Februari 2026 - 12:14 WIB

Polantas Jombang Menahan Sopir Bus PO Harapan Jaya, Melaju Ugal-ugalan Ternyata Mabuk Bawa Minuman Keras

17 Februari 2026 - 11:10 WIB

KA Putri Deli Tabrak Minibus Tepental 15 Meter, Kakek Luka Berat Dua Cucu Meninggal Dunia

16 Februari 2026 - 22:03 WIB

Inilah Tahapan Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

16 Februari 2026 - 19:57 WIB

Jalur KA Karangjati-Gubug Grobogan Ditutup, Akibat Sungai Tuntang Meluap Rendam Rel Kereta Api

16 Februari 2026 - 19:48 WIB

Harga Sembako Jatim: Elpiji, Bawang Merah dan Cabai Naik Semua

16 Februari 2026 - 19:42 WIB

OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Bank Ilegal dan Berisiko Pidana

16 Februari 2026 - 19:29 WIB

Trending di Nasional