Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Sinetron Garapan AI Kini Makin Marak

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM,  JAKARTA-Sejumlah sinetron terbaru di Indonesia mulai diproduksi dengan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara menyeluruh. Kehadiran tayangan televisi berbasis AI ini memunculkan perdebatan soal kreativitas, kualitas produksi, dan masa depan industri TV konvensional.

Salah satu sinetron yang diproduksi dengan pendekatan tersebut adalah Legenda Bertuah. Tayangan ini mengangkat cerita legenda Indonesia, dongeng, serta kisah rakyat Nusantara yang dikemas dengan visual bergaya modern.

Program ini disebut sebagai tayangan televisi pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi AI secara menyeluruh dalam proses produksinya.

Sejumlah kisah legenda Nusantara yang diangkat dalam program ini antara lain Malin Kundang, Sangkuriang, Rara Jonggrang, Timun Mas, Si Pitung, Bawang Merah Bawang Putih, Batu Menangis, Keong Mas, Jaka Tarub, Danau Toba, hingga Legenda Gunung Merapi.

Tak hanya berfungsi sebagai hiburan, program ini juga memuat pesan moral, inspirasi, kearifan lokal, serta nilai budaya. Tayangan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus media pelestarian cerita rakyat Indonesia, menurut pihak penyelenggara, dikutip dari Detik.

Selain Legenda Bertuah, terdapat pula program berjudul Cahaya Hati yang mengangkat unsur religi dengan pendekatan modern. Mulai dari pengembangan ide cerita, penulisan naskah, pengisian narasi, hingga visualisasi dunia cerita, seluruh prosesnya dikerjakan menggunakan teknologi AI dan dikurasi bersama tim kreatif internal.

Pendekatan dua program TV ini menjadi perbedaan utama dibandingkan proses produksi tayangan televisi konvensional.

Cuplikan dari kedua program tersebut dengan cepat menyebar di internet dan memicu berbagai respons. Kolom komentar di media sosial dipenuhi perbincangan dan perdebatan mengenai penggunaan AI secara penuh dalam produksi program televisi.

Sebagian warganet menilai pemanfaatan AI secara total berpotensi menurunkan standar produksi tayangan TV konvensional. Di sisi lain, ada pula yang melihat langkah ini sebagai bentuk adaptasi industri televisi terhadap perkembangan teknologi.

Menanggapi beragam respons tersebut, pihak penyelenggara menyebut bahwa Legenda Bertuah merupakan upaya menghadirkan konten yang tetap kreatif dan relevan di era teknologi, tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia, seperti dikutip dari Detik.

Legenda Bertuah dijadwalkan tayang mulai awal 2026 dan ditayangkan di TRANS7. Program ini hadir setiap Sabtu dan Minggu pukul 18.00 WIB.

Sementara, Cahaya Hati akan tayang eksklusif di INews, meskipun belum ada informasi soal jadwal tayangnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style