Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Saif Al Islami Putra Muammar Gadhaffi Tewas Dibunuh Empat Pria Bertopeng

badge-check


					Saif Al-Islami Gadhaffi, putra mendiang presiden Libya Muammar Gadhaffi, tewas terbunuh oleh sekelompok pria bertopeng, 3 Februari 2026 lalu. Foto: ist Perbesar

Saif Al-Islami Gadhaffi, putra mendiang presiden Libya Muammar Gadhaffi, tewas terbunuh oleh sekelompok pria bertopeng, 3 Februari 2026 lalu. Foto: ist

Penulis:  Jacobu E. Lato   |   EWditor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LIBYA- Hingga 9 Februari 2026, belum ada tersangka resmi atau identitas pelaku pembunuhan Saif al-Islam Gaddafi yang diungkap oleh otoritas Libya.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa  empat pria bertopengkomando tak dikenal  menyerbu rumah Saif di Zintan, menonaktifkan CCTV, dan embaknya setelah ia melawan; mereka kemudian kabur, pada 3 Februari 2026.

Tiga orang tewas bersamanya: penjaga Ajmeri Al-Atiri, pemimpin milisi lokal Abou Bakr Al-Siddiq, dan putra Mohammed.​

Kantor Kejaksaan Agung Libya membuka penyelidikan, Khaled Al Mishri investigasi independen, tapi motif dan dalang masih misterius tanpa klaim tanggung jawab.

Kabar kematian Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, memang menjadi berita mengejutkan yang menyebar luas pada awal Februari 2026.

Berbagai media memberitakan bahwa ia tewas akibat serangan senjata di kediamannya di Zintan, Libya barat, pada 3 Februari 2026.

Kejadian Detail
Menurut pengumuman dari pengacaranya Khaled al-Zaidi dan penasihat politiknya Abdulla Othman melalui media sosial, Saif al-Islam (usia 53 tahun) dibunuh oleh empat pria bertopeng yang menyerbu rumahnya setelah menonaktifkan kamera CCTV.

Ia sempat melawan sebelum ditembak hingga terbunuh, menurut tim politik keluarga Gaddafi yang menyebutnya sebagai “pembunuhan yang dilakukan dan keji”.

Media lokal seperti Fawasel Media mengkonfirmasi kejadian ini terjadi di Zintan, sekitar 136 km barat daya Tripoli, meskipun otoritas Libya belum mengeluarkan pernyataan resmi dan Kantor Kejaksaan Agung telah membuka penyelidikan.

Ada perbedaan versi, di mana saudara perempuan Saif mengklaim ia terbunuh di dekat perbatasan Libya-Aljazair, bukan di Zintan, seperti diberitakan BBC. Hingga saat ini, pola pelaku dan kronologi lengkap belum terungkap secara pasti.​

Latar Belakang Saif al-Islam
Saif pernah dianggap sebagai penerus calon ayah dan baru-baru ini muncul lagi dalam diskusi politik Libya terkait pemilihan presiden untuk mengakhiri krisis pasca-revolusi 2011.

Setelah ditangkap milisi Zintan pada November 2011, ia ditahan selama bertahun-tahun di kota tersebut, menangani tuduhan kejahatan perang dari ICC meski tanpa pengadilan formal.

Dalam kurun waktu itu, ia kehilangan jari karena penyiksaan, namun milisi menolak menyerahkannya ke pengadilan internasional.​

Dibebaskan pada Juni 2017 berdasarkan amnesti nasional oleh milisi Zintan, Saif tetap bermukim di sana secara rahasia untuk menghindari pembunuhan.

Ia hidup berpindah-pindah, jarang muncul ke publik, dan fokus menjaga keselamatan di tengah konflik Libya yang terpecah.​

Sejak tahun 2021, Saif muncul kembali dengan wawancara media seperti The Times di New York Times, menyatakan rencana maju sebagai kandidat presiden untuk menyelesaikan krisis Libya.

Pada tahun 2022, ia mengusulkan pemilu netral atau mundur semua politisi lama demi wajah baru, namun tetap tinggal di Zintan hingga kematian pada 3 Februari 2026. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

Trending di News