Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Vakum Bertahun-tahun, Pemkab Jombang Hidupkan Kembali Seni Gambus Misri Sumobito

badge-check


					Inilah tontonan semacam teater asli dari Tebu Ireng, Jombang bernama Gambus Misri. Kesenian ini sudah berahun-tahun valum, kini Pemkab Jombang menghidupkan kembali.  Foto: ist Perbesar

Inilah tontonan semacam teater asli dari Tebu Ireng, Jombang bernama Gambus Misri. Kesenian ini sudah berahun-tahun valum, kini Pemkab Jombang menghidupkan kembali. Foto: ist

Penulis : Elok Apriyanto | Redaktur: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menegaskan komitmen pelestarian warisan budaya melalui pementasan rekonstruksi kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.

Pertunjukan di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang itu memukau ratusan pengunjung sekaligus, menjadi momentum kebangkitan kesenian khas Jombang yang sempat vakum bertahun-tahun. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata perlindungan warisan budaya tak benda, agar lestari lintas generasi.

Acara dirangkai dengan dialog kebudayaan yang mengupas sejarah Gambus Misri serta lakon legendaris “Fajar Islam”, kisah dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan sebagai ciri khasnya.

Pementasan dibuka Sekretaris Daerah (Sekdakab) Jombang, Agus Purnomo, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan.

Agus Purnomo mengapresiasi upaya rekonstruksi ini sebagai langkah awal kebangkitan seni tradisional yang setia pada pakem, namun adaptif dengan zaman. Gambus Misri lahir dari Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan ludruk bernuansa Islam.

Pelestariannya krusial karena generasi muda belum mengenalnya sepenuhnya. Pemkab berkomitmen mendukung seniman agar warisan ini lestari, katanya, Senin (9/2/2026).

Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menyebut kesenian ini sempat terhenti, namun sejak 2017 pemuda dan pelaku seni lama merintis pemulihannya.

“Kami berharap dukungan berkelanjutan agar diterima Generasi Z, sekaligus beri keseimbangan seni dan ekonomi bagi pelaku budaya,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Anom Antono, menekankan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan adalah satu-satunya di kabupaten ini.

Kegiatan ini implementasi UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Kami menghidupkan kembali identitas daerah untuk generasi mendatang,” tutupnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Beroperasi Pakai Ambulans, Petugas Satpol PP Tangkap Pencuri Bangku di Taman Mundu Surabaya

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Diduga Praktek Mafia Hukum, Istri Cari Keadilan Tiba-tiba Jadi Pengaju Gugatan Cerai di PA Karawang

9 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Trending di News