Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Pakistan Ekspor Daging Keledai 50 Kontener/Bulan ke China, bukan Dimakan tapi untuk Obat Tradisional

badge-check


					Ayo siapa mau ternak keledai, ternyata Chian membutuhkan banyak daging keledai. Bukan untuk dikonsumi sebagai makanan, melainkan untuk bahan baku obat tradisional. Foto: instagram@themestimes Perbesar

Ayo siapa mau ternak keledai, ternyata Chian membutuhkan banyak daging keledai. Bukan untuk dikonsumi sebagai makanan, melainkan untuk bahan baku obat tradisional. Foto: instagram@themestimes

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PAKISTAN– Melalui pelabuhan Gwadar,  secara resmi mulai mengekspor daging keledai ke China,  50 kontainer/ sebagai bagian dari perdagangan peternakan dan ekspor pertanian Pakistan yang semakin berkembang.

Nilai ekspor ini sulit ditentukan secara pasti karena tidak ada data spesifik terkini tentang harga daging keledai per ton atau isi tiap kontainer (umumnya 20-25 ton untuk kontainer reefer).

Estimasi kasar berdasarkan harga pasar global daging keledai (US$3.000-5.000 per ton) dan biaya pengiriman bisa mencapai US$7,5-12,5 juta per bulan (sekitar Rp120-200 miliar), termasuk margin keuntungan dan ongkos laut dari Gwadar ke China.

Pejabat menyatakan inisiatif ini diharapkan menghasilkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat, serta memperkuat hubungan perdagangan antara Pakistan dan China.

Dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan strategis Gwadar, Pakistan bertujuan meningkatkan daya saing sektor peternakannya dan mengakses pasar internasional baru.

Langkah ini memicu diskusi di kalangan perdagangan dan pertanian, tetapi juga mencerminkan dorongan pemerintah untuk mendiversifikasi produk ekspor dan mengeksploitasi pasar global khusus. Analis menyatakan perkembangan ini menonjolkan peran Gwadar yang semakin meningkat sebagai pusat perdagangan industri maupun pertanian.

Perusahaan China bernama Hangeng di Gwadar North Free Zone telah mendapat persetujuan resmi dari General Administration of Customs China (GACC) untuk mengekspor daging keledai setelah inspeksi online selesai.​

Ekspor dijadwalkan mulai minggu depan dari rumah jagal baru di kawasan tersebut, dengan rencana pengiriman sekitar 50 kontainer per bulan setelah operasi reguler dimulai.​

Ini merupakan bagian dari koridor ekonomi China-Pakistan (CPEC), yang mendorong perdagangan peternakan Pakistan, termasuk daging keledai yang diminati di China untuk konsumsi dan obat tradisional.​​

China mengimpor daging keledai dalam jumlah besar terutama untuk memproduksi ejiao, gelatin tradisional dari kulit keledai yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

Permintaan ejiao melonjak karena dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit seperti insomnia, anemia, hingga penuaan dini, sementara populasi keledai domestik di China menurun drastis hingga 76% sejak 1992 akibat urbanisasi dan pergeseran ekonomi.​

China membutuhkan sekitar 4,8 juta kulit keledai per tahun untuk memenuhi produksi ejiao yang mencapai ribuan ton, sehingga impor dari negara seperti Pakistan, Afrika, dan Amerika Latin menjadi solusi utama.

Ejiao, gelatin tradisional dari kulit keledai, dianggap dalam pengobatan tradisional Cina (TCM) sebagai tonik darah yang kuat untuk mengatasi kekurangan darah atau “xue xu”.

Manfaat utamanya meliputi menambah darah, sehingga membantu mengobati anemia, pendarahan berlebih seperti haid tidak teratur pada wanita, serta pemulihan pasca-penyakit seperti demam berdarah atau kemoterapi dengan meningkatkan trombosit dan daya tahan tubuh.

Ejiao juga diyakini memelihara stamina, meredakan pusing atau pingsan akibat kelemahan, serta mendukung kesehatan organ seperti paru-paru, ginjal, dan hati. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di News