Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, JAKARTA– Inisiatif Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini berfokus memperkuat ekonomi di sekitar sekolah. Nanik Sudaryati Deyang dari Badan Gizi Nasional mengajak Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) menggandeng pedagang lokal agar usaha mereka tetap berkembang.
Langkah ini bertujuan agar kantin dan pedagang kecil tidak kehilangan penghasilan. “Kepada para mitra, SPPG, yang ngeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget ke kantin-kantin sekolah,” ujarnya.
Partisipasi warga sekolah juga sangat diharapkan dalam proses produksi di lapangan. “Sertakan orang tua murid untuk membuat,” kata Nanik. Hal ini menjamin makanan tetap segar karena diolah langsung oleh lingkungan terdekat siswa.
Nanik juga mengingatkan pengelola agar tidak melakukan monopoli dan tetap adil pada potensi daerah. “Saya ingatkan, mitra bukan penentu, kalian yang masih menjadi penentu,” tegasnya.
Keterbukaan dalam memilih bahan baku sangat penting bagi keadilan ekonomi warga. “Saya nggak mau dengar ada pemilik ternak lele di dekat SPPG, lele-nya nggak bisa masuk,” ucap Nanik.
Jika ada yang menghambat usaha lokal, sanksi berat telah disiapkan. “Kalau itu terjadi, demi langsung SPBG 1, suspend 1 minggu,” pungkasnya.
Program MBG kini gandeng kantin dan orang tua siswa untuk pasok makanan sekolah agar ekonomi lokal tetap hidup dan adil bagi warga.***






