Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SUBANG– Penjual es gabus Suderajat, 49, sedang viral dan menjadi orang beken seantero Indonesia. Pasca viral video atas tuduhan bahan baku esnya dari spons, mengundang rasa kasihan. Ia mendapat kunjungan orang baik yang memberi bantuan uang, polisi beri motor, dapat hadiah umrah. Bahkan ada simpatisan dari Malaysia mendatangi rumahnya.
Kasus virasl ini pula, gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyerahkan bantuan untuk membantu Suderajat. Sebelum mengundang Suderajat pada 28 Januari 2026 di Lembur Pakuan, Subang, Kang Dedi Mulyadi (KDM) telah memberikan bantuan awal kepada pedagang es gabus tersebut.
Bantuan tersebut berupa uang tunai Rp15 juta, yang diserahkan saat Suderajat dalam perjalanan menuju Karawang, Jawa Barat, untuk memenuhi undangan KDM.
Dana itu dialokasikan untuk melunasi kontrakan setahun (Rp9,6 juta), tunggakan sekolah anak, dan kebutuhan ekonomi setelah Suderajat 4 hari tak berjualan akibat kasus viral.
Kemudian, saat pertemuan, KDM menambahkan bantuan lain setelah fakta rumah terungkap, tapi bantuan awal sudah diberikan berdasarkan cerita Suderajat yang masih dianggap simpati.
Pertemuan antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dengan Suderajat dan Ketua RW setempat berlangsung di kediaman pribadi KDM di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Acara itu terjadi pada pagi hari Rabu, 28 Januari 2026, setelah Suderajat tiba pada dini hari yang sama usai berangkat malam sebelumnya dari Bojonggede, Bogor.
Ketua RW, M. Ali Akbar, turut mendampingi dan mengantar Suderajat secara langsung, sebagaimana diungkap dalam pernyataannya pada hari itu.
Video pertemuan yang viral di kanal YouTube Dedi Mulyadi juga dirilis sekitar Jumat (30/1/2026), mencakup verifikasi kondisi rumah Suderajat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) meledak amarahnya saat bertemu Suderajat, pedagang es gabus viral yang mengaku diintimidasi oknum aparat, setelah terbukti keterangannya banyak bertentangan dengan fakta lapangan.
KDM yang semula iba karena menduga Suderajat hidup susah, justru kecewa berat usai memeriksa langsung lokasi tinggal pedagang asal Bojong Gede, Bogor, tersebut.
Ternyata, Suderajat memiliki rumah sendiri beserta tanahnya, bukan kontrakan seperti yang dibeberkan sebelumnya. Ia juga pernah dapat bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Ketua RW setempat membenarkan hal itu di depan KDM. “Itu rumah milik sendiri, Pak. Tanahnya pun milik sendiri,” katanya, seperti dikutip dari kanal YouTube Dedi Mulyadi, Jumat (30/1).
KDM segera marah, gebark meja. Ia memprotes Suderajat yang kerap bohong soal fakta di lapangan. “Katanya ngontrak. Bohong itu! Kenapa bohong mulu?” Kata KDM dengan suara menggelegar.
“Babeh bilangnya ngontrak. Bohong sih! Kenapa bohong terus?” (setelah Ketua RW ungkap rumah milik sendiri).
“19 tahun ngontrak terus?” (merespons penjelasan Ketua RW soal masa tinggal Suderajat).
“Rumah sendiri, tanahnya juga tanah sendiri?” (memverifikasi kepemilikan dengan Ketua RW).
“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya.” (menyinggung warisan yang diklaim minim).
Ketua RW lantas ungkap bahwa rumah itu dibeli mendiang orang tua Suderajat sekitar 2007 dengan harga Rp 35–40 juta. Informasi ini makin memicu kekecewaan KDM.
Suderajat berulang kali minta ampun, mengaku rumahnya pernah rusak berat dan dibantu Rutilahu. Namun, dalih itu tak mampu meredam kemarahan KDM. Baginya, masalah pokoknya adalah kebohongan, bukan soal kemiskinan.
KDM juga sindir klaim Suderajat yang bilang hanya warisi uang Rp 200 ribu dari orang tua. “Orang tua sudah kasih rumah, tapi katanya enggak, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, lalu dijual saudaranya,” tegas KDM. **






