Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Viral Es Gabus, Kapolres Depok ke Rumah Suderajat Serahkan Hadiah Motormatic

badge-check


					Kapolres Depok Kombes Abdul Waras pun  mendatangi rumah Sudrajat di kediamannya, Selasa sore 27 Januari 2026, di kampung Panjang (KP. Panjang), Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menerahkan hadiah motor matic. Foto: Instagram@kumparan Perbesar

Kapolres Depok Kombes Abdul Waras pun  mendatangi rumah Sudrajat di kediamannya, Selasa sore 27 Januari 2026, di kampung Panjang (KP. Panjang), Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, menerahkan hadiah motor matic. Foto: Instagram@kumparan

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Semakin viral kisah Suderajat, 49, dalam kasus es gabus!Banyak warga bedatangan ke rumahnya untuk memebrikan bantuan,  Kapolres Depok Kombes Abdul Waras pun  mendatangi rumah Sudrajat di kediamannya, Selasa 27 Januari 2026.

Kapolres ke rumah ke rumah Suderajat di kampung Panjang (KP. Panjang), Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dekat area Depok yang sering disebut sebagai basisnya untuk mengambil barang dagangan.

Kehadiran Kapolres  membawa buah tangan berupa satu unit motor, motor dihadiakan kepada Suderajat. Sore itu pula, Suderajat mulai menjajal motor baru, disaksikan kapolres.

“Ya, betulan bapak ini kan warga Depok. Berarti warga saya juga, semoga ini (moto) bermafaat!” Kata Abdul Waras.

Bukan cuma itu, Abdul Waras pun menyerahkan lipatan kertas sambi berucap: “Ini buat modal ya Pak!” Suderajat pun membungkuk memberikan salam kedua kalinya kepada Kapolres.  Kapolres juga mendoakan Suderajat agar sehat selalu.

Sebelumnya, Pemkab Bogor juga berikan bantuan termasuk sembako untuk Suderajat dan keluarga. Pihak pemerintah juga akan membantu anak-anak Sudrajat agar dapat melanjutkan pendidikan.

Reakasi warga masyarakat semakin memuncak. Semakin banyak unggahan yang re-upload video pada saat Suderajat diinterogasi dua petuga dari poilisi dan Babhinkamtibmas. Saat personel polisi dan Babinsa itu, memeras es gabus jualan Suderajat.

Es diperas menjadi kempis dan menyisakan bekas perasan seperti spons, lalu dibakar! Disimpulkan, bahwa es gabus yang dijajakan oleh Suderajat terbuat dari spons.

“Dah ini makan ini… Sampai kamu muntah!” Suderajat pun tanpa menyerah saja, memakan perasan es-nya.

Paka polisi dan Babinsa itu memberi imbau kepada ibu-ibu, warga masyarakat agar berhati-hati, “Jadi ini es terbuat dari spone! Berbahaya untuk dkonsumsi.

” Iniah respon cepat dari aparat untuk menjaga keamanan dan kesehatan. karena saat ini begitu banyak beredar, makanan serba dimodifikasi dan tidak sehat.

Namun, Polres Metro Jakarta Selatan pun bertindak lebih teliti, dengan cara melakukan uji tes laboratorium  terhadap es gabus yang dijajakan oleh Suderajat. Hasilnya? Ternyata es gaus itu layak dikonsumis.

Spontan, polisi segera melakukan klarifikasi, dan menyatakan bahwa es gabus itu layak konsumsi. Polisi pun memohon maaf kepada Suderajat dan masyarakat.

Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Polres Metro Jakarta Pusat, menyampaikan permohonan maaf secara publik.

Ia mengakui bertindak terlalu cepat tanpa verifikasi ilmiah, atas nama dirinya dan Babinsa terkait tuduhan es kue pedagang Suderajat berbahan spons.

Video permintaan maaf dirilis pada 27 Januari 2026 melalui Humas Polres Metro Jakarta Pusat, di mana Ikhwan meminta maaf kepada Suderajat, masyarakat, dan institusi karena menimbulkan kegaduhan viral.

Ia menekankan niat edukasi dan keselamatan warga, tapi janji lebih hati-hati dengan prosedur verifikasi ke depan.​

Permintaan maaf disampaikan di Aula Mako Polsek Kemayoran, didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar dan pelapor warga. Kasus ini jadi pelajaran bagi aparat untuk hindari kesimpulan prematur.

Polres Metro Jakarta Pusat meminta maaf atas kesalahan tuduhan terhadap seorang pedagang es kue jadul bernama Suderajat, yang dicurigai menggunakan bahan spons pada dagangannya.

Insiden ini terjadi di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, setelah laporan warga memicu pemeriksaan awal oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa.

Kejadian

Pada 24 Januari 2026, warga M. Arief Fadillah melaporkan dugaan es gabus berbahan spons melalui call center 110, sehingga polisi dan TNI memeriksa pedagang dengan memeras dan membakar sampel es, yang viral di media sosial.

Uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat kemudian membuktikan es tersebut aman dan bukan spons. Video tuduhan awal memicu kegaduhan publik.

Pedagang Suderajat merasa lega setelah klarifikasi, sementara Polres menekankan komitmen verifikasi tepat untuk cegah kesalahpahaman. Kasus ini jadi pelajaran edukasi publik soal penyebaran informasi.

Polres Metro Jakarta Pusat meminta maaf setelah salah tuduh pedagang es kue Suderajat menggunakan bahan spons, yang terbukti aman melalui uji lab. Berikut kronologi lengkap secara poin per poin berdasarkan laporan media.

Kronologi

  • 24 Januari 2026, pagi: Warga M. Arief Fadillah (43) beli es gabus jadul dari Suderajat (49) di Utan Panjang III, Kemayoran, Jakpus, lalu curiga berbahan spons (PU Foam).

  • 24 Januari 2026, siang: Arief laporkan via Call Center Polri 110; tim piket Reskrim Polsek Kemayoran dan Babinsa Utan Panjang datangi lokasi.

  • Pemeriksaan awal: Aparat amankan es gabus, agar-agar, cokelat meses; peras sampel (tak hancur), bakar (meleleh), lalu tuduh spons bedak secara verbal; video viral.

  • Paksaan pedagang: Babinsa paksa Suderajat makan es yang sudah diperas (“Habisin, telan!”); Suderajat dipanggil ke polsek untuk pemeriksaan.

  • Uji lab cepat: Tim kesehatan Polres Metro Jakpus periksa sampel; hasil aman, bukan spons.

Klarifikasi dan Maaf

  • 25 Januari 2026: Suderajat pulang ke Depok dengan ganti rugi barang dagangan; Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra konfirmasi es layak konsumsi via Dinkes dan Labfor.

  • 26-27 Januari 2026: Aiptu Ikhwan Mulyadi (Bhabinkamtibmas) akui salah, minta maaf publik karena tak verifikasi dulu; video permintaan maaf dirilis. **

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

Suhu Naik 1,2 Derajat Celcius Akibat Super El Nino, 451 Ribu Nyawa Melayang

25 September 2026 - 21:11 WIB

Ada Ruang Menyerupai Kantor Polres, RS O Smach untuk Ambil Paksa Organ Manusia

25 September 2026 - 18:55 WIB

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Trending di News