Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Polisi Jakarta Pusat Minta Maaf Publik Usai Salah Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons

badge-check


					Merespon laporan warga Babhhinsa memeriksa penjual es gabus dari penjaja bernama Suderajad, 49,. Dalam pemeriksaan cepat, ditudh es gabus itu berbahan baku spons. Namun setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata es gabus itu layak konsumsi. Foto: Rtv Perbesar

Merespon laporan warga Babhhinsa memeriksa penjual es gabus dari penjaja bernama Suderajad, 49,. Dalam pemeriksaan cepat, ditudh es gabus itu berbahan baku spons. Namun setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata es gabus itu layak konsumsi. Foto: Rtv

Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Polres Metro Jakarta Pusat secara resmi meminta maaf kepada pedagang es gabus  yang dijajakan  Suderajat, setelah tuduhan prematur bahwa es itu penggunaan spons sebagai bahan baku. Ternyata setelah dilakukan uji laboratorium, es tersebut layak konsumsi.

Insiden yang viral ini menjadi pengingat bagi aparat agar selalu verifikasi fakta sebelum bertindak, menghindari kegaduhan media sosial yang merugikan warga.

Permintaan maaf disampaikan Aiptu Ikhwan Mulyadi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, mewakili diri dan Babinsa terkait.

Video rekaman dirilis Humas Polres Metro Jakarta Pusat pada 27 Januari 2026, di mana Ikhwan mengakui tindakan tergesa-gesa tanpa bukti ilmiah.

Ia menyampaikan penyesalan kepada Suderajat, masyarakat, dan institusi karena menimbulkan keresahan luas, sambil menegaskan niat awal untuk edukasi keselamatan pangan. Ke depan, Ikhwan berjanji lebih teliti dalam prosedur pengecekan.

Acara maaf-maafan digelar di Aula Mako Polsek Kemayoran, didampingi Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar serta pelapor warga.

Kasus ini dijadikan pelajaran berharga bagi personel kepolisian dan TNI untuk menghindari kesimpulan tergesa.

Kejadian bermula dari laporan warga di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat. Suderajat (49), pedagang es gabus jadul, dicurigai mencampurkan spons (PU Foam) dalam produknya setelah pembeli merasa curiga pada tekstur es.

Kronologi

  • 24 Januari 2026, pagi: M. Arief Fadillah (43) membeli es gabus dari Suderajat di Utan Panjang III, Kemayoran. Ia mencurigai bahan spons karena tekstur aneh.

  • 24 Januari 2026, siang: Arief melaporkan kecurigaan via Call Center Polri 110. Tim piket Reskrim Polsek Kemayoran dan Babinsa Utan Panjang segera mendatangi lokasi.

  • Pemeriksaan lapangan: Aparat mengamankan sampel es gabus, agar-agar, dan cokelat meses. Mereka memeras sampel (tidak hancur), membakarnya (meleleh), lalu menyatakan secara verbal sebagai spons berbahaya. Video proses ini menyebar luas di media sosial, memicu viral.

  • Tekanan kepada pedagang: Babinsa memaksa Suderajat memakan es yang telah diperas dengan perintah keras. Pedagang kemudian dipanggil ke polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • Uji laboratorium: Tim kesehatan Polres Metro Jakarta Pusat menguji sampel secara cepat, membuktikan es aman dikonsumsi dan bukan spons.

  • 25 Januari 2026: Suderajat dibolehkan pulang ke Depok dengan kompensasi kerugian barang dagangan. Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra mengonfirmasi keamanan produk melalui Dinas Kesehatan dan Labfor.

  • 26-27 Januari 2026: Aiptu Ikhwan merilis video permintaan maaf publik, mengakui kesalahan karena kurang verifikasi.

Suderajat mengaku lega pasca-klarifikasi, sementara Polres menegaskan komitmen verifikasi ilmiah untuk mencegah salah paham serupa. Kasus ini juga menjadi edukasi publik tentang pentingnya tidak menyebarkan informasi hoaks secara gegabah.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Unras di Grahadi Berujung Ricuh Malam Ini

26 Juni 2026 - 20:04 WIB

Bapanas Usul Bansos Telur dan Daging Ayam Disalurkan Lagi Imbas Harga Anjlok

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Trending di News