Menu

Mode Gelap

Headline

Terdampak Banjir, M Rony: 65 Ha Puso Dapat Bantuan Bibit 25 Kg dan Asuransi Rp 6 Juta

badge-check


					Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jimbang, Ir. Muhammad Rony. Foto: Ist Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Jimbang, Ir. Muhammad Rony. Foto: Ist

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-  Banjir kali Lamong di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berdampak serius terhadap sektor pertanian.

Puluhan hektare tanaman padi milik petani di wilayah utara Sungai Brantas dilaporkan gagal panen (puso).

Berdasarkan data verifikasi Dinas Pertanian Kabupaten Jombang (Disperta), tercatat 307,11 hektare lahan sawah terendam banjir dalam kejadian tersebut. Dari luasan itu, sekitar 65 hektare dinyatakan puso akibat terendam cukup lama.

“Sementara ini yang terdata puso sekitar 65 hektare,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, Minggu (25/1/2026).

Rony menjelaskan, pendataan dilakukan melalui verifikasi lapangan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Verifikasi ini menjadi dasar penetapan lahan terdampak banjir sekaligus calon penerima bantuan,” paparnya.

Pihaknya menegaskan sebagai bentuk penanganan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan menyalurkan bantuan benih padi bagi petani yang tanaman padinya mengalami gagal panen.

“Tanaman padi yang dinyatakan gagal panen ada stimulan dari pemda berupa pengganti benih padi, sebanyak 25 kilogram per hektare,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pengadaan benih padi ditargetkan berlangsung pada Maret hingga April 2026.

“Bantuan rencananya dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam kedua, sekitar April–Mei, setelah kondisi lahan dinyatakan kembali siap tanam,” tuturnya.

Selain bantuan benih, sambung Rony Disperta Jombang juga mengingatkan petani terkait program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang telah terdaftar.

Premi AUTP sebesar Rp180 ribu/ hektare per musim tanam sepenuhnya ditanggung pemerintah. Jika terjadi gagal panen, petani berhak memperoleh klaim asuransi hingga Rp6 juta per hektare.

“Ada asuransi usaha tani padi (AUTP) bagi petani yang ikut. Preminya Rp180 ribu per hektare per musim dan itu dicover pemerintah. Klaimnya bisa mencapai Rp6 juta per hektare,” pungkas Rony. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kokain 22 Kg Pesisir Sumenep Dimusnahkan

4 Mei 2026 - 20:58 WIB

Perahu Angkut 3 Ton Besi Tua dan 5 Orang Tenggelam di Pelabuhan Gresik

4 Mei 2026 - 20:18 WIB

Netizen Marah ke Gus Ipul: Lelang Sepatu Siswa SR Rp700.000/ Pasang Pagu Rp 27,5 Miliar

4 Mei 2026 - 15:32 WIB

Mandala Siswa SMP 4 Samarinda Meninggal Dunia Akibat Sepatu Kekecilan

4 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kades Buncitan Sidoarjo Tewas di Kantor, Posisi Duduk di Sofa Leher Terlilit Selang

4 Mei 2026 - 07:34 WIB

Aksi Demo Kekerasan Seksual, Kemenag Menutup Ponpes Dholo Pati

4 Mei 2026 - 05:53 WIB

Menyeberang Harus Tunggu Aba-aba, Jombang Usulkan Fasilitas Pintu KA di Desa Nglele

3 Mei 2026 - 19:33 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Harga Pangan 3 Mei 2026: Beras hingga Daging Ayam Naik

3 Mei 2026 - 19:13 WIB

Trending di Nasional