Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netty, menangis histeris saat membantah tuduhan bahwa kliennya menerima imbalan Rp100 miliar dari Jokowi untuk berdamai terkait kasus ijazah.
Elida Netty memberikan tanggapan emosional sambil menangis terkait tuduhan fitnah terhadap Eggi Sudjana pada Jumat, 16 Januari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui wartawan di Central Park, Jakarta Barat, di mana ia membantah keras tuduhan menerima Rp100 miliar dari Jokowi.
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026 memicu fitnah tersebut, meski keduanya menegaskan hanya silaturahmi biasa.
Elida menekankan tidak ada uang sepeser pun diterima dan memohon doa untuk Eggi yang sakit kanker stadium 4, menyebut fitnah sebagai dosa besar.
Eggi Sudjana, ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), sebelumnya vokal mengkritik ijazah Jokowi. Setelah bertemu Jokowi, muncul spekulasi permintaan maaf dan suap Rp100 miliar.
Eggi dan timnya membantah keras, menyatakan pertemuan untuk nasihat agar kasus tak gaduh lagi.
Elida Netty menangis di video 16-19 Januari 2026, meminta publik hentikan fitnah karena Eggi butuh pengobatan.
“Bang Egi murni sakit, jangan fitnah kami, dosa loh kalian,” katanya, menegaskan perjuangan Eggi bertahun-tahun sebagai aktivis. Ia pertanyakan logika tuduhan: “Rp100 miliar pakai apa bawanya?”
Pertemuan Eggi Sudjana dengan Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026 menjadi sorotan karena terjadi di tengah kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu.
Kronologi dimulai saat Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, dua tersangka dalam laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya, mendatangi kediaman Jokowi secara tertutup.
Mereka didampingi kuasa hukum Elida Netty serta perwakilan Relawan Jokowi (ReJO).
Tahapan Pertemuan
Pertemuan berlangsung hangat hati ke hati di Solo, Jawa Tengah, dengan Jokowi menerima kedatangan mereka untuk silaturahmi.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengonfirmasi pada 10 Januari bahwa Eggi dan Damai menyampaikan iktikad baik, termasuk permintaan maaf atas tuduhan ijazah, meski versi Eggi menekankan nasihat agar kasus tak gaduh. Setelahnya, Jokowi mengajukan restorative justice ke Polda Metro Jaya.
Eggi Sudjana membuka suara pada 16 Januari, memuji akhlak Jokowi tanpa mengonfirmasi maaf eksplisit, sementara Damai Lubis menyangkal adanya permintaan maaf dan menyebutnya sebagai saran biasa.
Yakup Hasibuan menyatakan Jokowi menghormati langkah tersebut, tapi tersangka lain seperti Roy Suryo menolak jalur serupa. Pertemuan ini memicu kontroversi fitnah suap, yang dibantah tim Eggi. **






