Menu

Mode Gelap

Headline

KGA Timoer Rumbay Merebut Miskropon, Saat Fadli Zon Serahkan SK Tedjowulan sebagai Plt Keraton Solo

badge-check


					KGA Timoewr Ruimbai melakukan interupsi merebut mickropon, saat pembacaan SK pengangkatan KGPA Tedjowulan sebagai Plt Keraton Solo, Minggu, 18 Januari 2026. Foto: Instagram@solotimes Perbesar

KGA Timoewr Ruimbai melakukan interupsi merebut mickropon, saat pembacaan SK pengangkatan KGPA Tedjowulan sebagai Plt Keraton Solo, Minggu, 18 Januari 2026. Foto: Instagram@solotimes

Penulis: Sri Muryanto  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SOLO- GKR Timoer Rumbay melakukan interupsi dengan naik ke mimbar saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon hendak menyerahkan SK pengangkatan Mahamenteri KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Keraton Solo.

“Saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia,”​ Begitu sergah, KGA Tomer Rumbay  melakukan interupsi, setelah ia meminta mikrofon dinyalakan saat pembacaan surat keberatan dari kubu PB XIV Purbaya terhadap penunjukan Tedjowulan sebagai Plt Keraton Solo, Minggu siang, 18 Januari 2026.

Mikrofon segera dimatikan, memicu protes dan teriakan pendukungnya, sehingga penyerahan SK hanya berlangsung secara simbolis tanpa seremoni penuh.

Insiden kericuhan di Keraton Kasunanan Solo terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, saat Menteri Kebudayaan Fadli Zon hendak menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 8 Tahun 2026 kepada Mahamenteri KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Keraton Solo.

GKR Panembahan Timoer Rumbay, putri sulung PB XIII dan bagian dari kubu PB XIV Purbaya, tiba-tiba melakukan interupsi dengan naik ke mimbar untuk menyampaikan protes atas SK tersebut.

Suasana sempat riuh karena mikrofon dimatikan saat ia berbicara, diikuti teriakan dari pendukungnya, meskipun Fadli Zon akhirnya melanjutkan acara dengan foto bersama tanpa simbolis penyerahan SK.

Konflik ini berakar dari sengketa suksesi Keraton Solo antara kubu PB XIV Purbaya (didukung GKR Timoer Rumbay, GKR Devi Lelyana, dan lainnya) dengan pihak yang mengusulkan Tedjowulan sebagai Plt. Pihak Purbaya membagikan surat keberatan dan sempat mengadang Fadli Zon sebelum acara.

Konologi:

  • Setelah sambutan Fadli Zon, GKR Timoer Rumbay naik mimbar dan meminta mikrofon dinyalakan: “Saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia.”

  • Fadli Zon mendekati untuk menenangkan, tapi protes berlanjut saat penyerahan SK, menyebabkan kericuhan dengan teriakan Abdi Dalem dan tamu undangan.

  • Acara diakhiri doa dan hiburan, tanpa penyerahan simbolis SK.

Protes ini mencerminkan ketegangan berkelanjutan di Keraton Solo, termasuk kritik sebelumnya GKR Timoer terhadap Fadli Zon soal adat (Desember 2025). Pemerintah melalui Kemenbud tetap melanjutkan SK untuk pengembangan kebudayaan.

Kericuhan di Keraton Kasunanan Solo pada 18 Januari 2026 terjadi saat acara penyerahan SK Nomor 8 Tahun 2026 oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada KGPA Tedjowulan sebagai Plt pengelola cagar budaya Keraton.

Insiden ini melibatkan dua kubu: pendukung PB XIV Purbaya (termasuk GKR Timoer Rumbai) yang memprotes penunjukan tersebut sebagai langgar adat, versus pihak LDA yang mendukung Tedjowulan.

Konflik berasal dari sengketa suksesi pasca-wafat PB XIII, di mana kubu Purbaya anggap Tedjowulan tidak sah sebagai Plt karena abaikan aspirasi mereka dan wasiat ayahnya. Kubu PB XIV mengadang akses dan tuntut pembatalan SK demi hormati adat Keraton. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Era Baru Hukum Pidana: Tidak Harus Berakhir di Penjara

26 Januari 2026 - 22:46 WIB

Ada di Lokasi Sebelum Lula Lahfah Meninggal, Polisi Periksa Reza Arap sebagai Saksi

26 Januari 2026 - 21:48 WIB

Kejaksaan Ringkus Buron 4 Tahun dari Jombang, Hariyono Jualan Pecel di Karawang

26 Januari 2026 - 20:22 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Residivis Curanmor, Sita 34 Barang Bukti Motor

26 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Hukum Hogi Minaya, Kajari Sleman Tempuh Jalur Restorativie Justice Sepakat Damai

26 Januari 2026 - 19:45 WIB

Tolak Polri di Bawah Kementrian, Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Saya Jadi Petani Saja!

26 Januari 2026 - 18:52 WIB

Kabur Lompat Pagar 4 M, Tim Rutan Nganjuk Tangkap Kembali Napi Hairul Sembunyi di Tumpukan Jerami

26 Januari 2026 - 18:18 WIB

YLKI Soroti Risiko Skema Cicilan Tadpole

26 Januari 2026 - 17:46 WIB

Polisi Meringkus ASN Pemkab Gresik Pelaku Pelempar Bus Trans Jatim, karena Emosi Hampir Terserempet

26 Januari 2026 - 17:40 WIB

Trending di Headline