Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Basarnas Kerahkan 40 Relawan dan Drone Mencari Pesawat ATR Jatuh di Lereng Gunung Bulusaraung Maros

badge-check


					Inilah serpihan benda-benda yang diduga dari pesawat ATR yang jatuh di gunung Basarugun perbatasan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Selatan, sekitar pukul 13.05 waktu setempat (Witeng), Sabtu 17 Januari 2026, Pesawat angkut delapan kru dan 3 penumpang. Foto: ist
Perbesar

Inilah serpihan benda-benda yang diduga dari pesawat ATR yang jatuh di gunung Basarugun perbatasan Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Selatan, sekitar pukul 13.05 waktu setempat (Witeng), Sabtu 17 Januari 2026, Pesawat angkut delapan kru dan 3 penumpang. Foto: ist

Penulis: Mulawarman   | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAROS– Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), rute Yogyakarta-Makassar, hilang kontak hari ini pukul sekitar 13.17 WITA di wilayah perbatasan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pendaki melaporkan melihat pesawat oleng dan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, dengan video serpihan puing yang beredar di media sosial.

Basarnas telah mengerahkan tim SAR dengan drone dan personel hingga 400 orang untuk pencarian di sekitar koordinat 04°57’08” S 119°42’54” E dekat Leang-Leang.

Pesawat registrasi PK-THT membawa 11 orang: 8 kru dan 3 penumpang dari Kementerian KKP. Kru termasuk Kapten Andy Dahananto dan First Officer Yudha Mahardika. Belum ada konfirmasi resmi jatuh atau korban jiwa, meski foto dan video puing belum diverifikasi otoritas.

Status Pencarian

Tim Basarnas Makassar membagi tiga regu untuk asesmen lokasi, didukung Kemenhub dan KNKT. Cuaca saat kejadian visibility 8 km dengan sedikit awan, tidak ekstrem. Pencarian masih berlangsung tanpa laporan kontak ulang.

Operasi SAR Basarnas untuk pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung masih berlangsung intensif hingga sore ini.

Tim gabungan telah menemukan serpihan puing dan titik koordinat jatuh di lereng gunung, dengan 400 personel dikerahkan termasuk TNI AU.

Pencarian difokuskan di kawasan Bantimurung-Bulusaraung perbatasan Maros-Pangkep, didukung warga lokal hingga 100 orang.

Progres Terkini

Lima tim awal sudah dikirim untuk asesmen lokasi, diikuti 15 dan 40 personel tambahan untuk pendakian. Belum ada konfirmasi korban ditemukan hidup atau bangkai utama, meski Basarnas memetakan area Leang-Leang dan kaki gunung. Drone dan helikopter digunakan untuk akses medan sulit.

Medan pegunungan curam dan vegetasi lebat memperlambat tim SAR, dengan cuaca visibility baik tapi potensi hujan malam. KNKT dan Kemenhub ikut berkoordinasi untuk investigasi black box setelah lokasi pasti ditemukan. Update lanjutan diharapkan segera dari posko Basarnas Makassar.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dari Yogyakarta pada 17 Januari 2026.

Kronologi dimulai pukul 04.23 UTC (sekitar 11.23 WIB), ketika Air Traffic Control (ATC) Makassar mengarahkan pesawat ke landasan pacu RWY 21, tapi pesawat keluar jalur dan diminta koreksi posisi.

Komunikasi terputus setelah arahan terakhir, memicu fase darurat DETRESFA dan koordinasi Basarnas serta TNI AU.

Rincian Penerbangan

Pesawat buatan 2000 ini membawa 10-11 orang: 7-8 kru termasuk Pilot Kapten Andy Dahananto, serta 3 penumpang dari Kementerian KKP. Cuaca saat itu visibility 8 km dengan sedikit awan, tidak ekstrem. Lokasi terakhir di perbatasan Maros-Pangkep dekat Leang-Leang dan Gunung Bulusaraung.

ATC langsung koordinasi dengan Basarnas dan Polres Maros; posko SAR dibuka di Bantimurung. Pencarian lanjutan direncanakan via helikopter pukul 16.25 WITA, dengan KNKT siaga investigasi. Pendaki melaporkan melihat pesawat oleng dan jatuh, didukung video serpihan.

Pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) membawa total 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang dari Kementerian KKP.

Identitas lengkap awak belum dirinci secara penuh oleh otoritas, kecuali Pilot in Command Capt. Andy Dahananto yang disebutkan secara spesifik. Penumpang teridentifikasi sebagai Deden, Ferry, dan Yoga.

  • Pilot in Command: Capt. Andy Dahananto (PIC utama).

  • Sisanya: 6 awak tambahan (termasuk co-pilot dan kru kabin), identitas belum dipublikasikan resmi oleh Kemenhub atau IAT.

Ketiga penumpang merupakan pejabat atau staf KKP yang menggunakan pesawat sewaan untuk tugas dinas dari Yogyakarta ke Makassar. Basarnas dan KNKT belum merilis daftar manifest lengkap hingga konfirmasi lokasi puing. Update identitas diharapkan segera dari posko SAR di Leang-Leang, Maros.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di News