Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Jombang Usulkan Pupuk Subsidi 84.023 Ton, Provinsi Setujui Hanya 58.803 Ton

badge-check


					Pupuk subsidi untuk petani di wilayah kabupaten Jombang mengalami penurunan, termasuk, harus ada terobosan dari dinas pertanian untuk mengatasi kekurangannya. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto Perbesar

Pupuk subsidi untuk petani di wilayah kabupaten Jombang mengalami penurunan, termasuk, harus ada terobosan dari dinas pertanian untuk mengatasi kekurangannya. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Penetapan alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada tahun 2026 belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan riil petani.

Penetapan dari pemerintah pusat menunjukkan jumlah pupuk subsidi yang disetujui masih berada di bawah usulan kebutuhan yang telah diajukan melalui sistem perencanaan pertanian daerah.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, total kebutuhan pupuk bersubsidi yang diajukan petani melalui e-RDKK mencapai 84.023 ton.

Namun, alokasi yang ditetapkan pemerintah pusat hanya sebesar 58.803 ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 25.220 ton sepanjang tahun 2026.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Eko Purwanto, mengatakan alokasi pupuk subsidi tersebut telah diturunkan oleh pemerintah provinsi dan wajib ditindaklanjuti di tingkat kabupaten.

“Alokasi pupuk subsidi tahun 2026 sudah kami terima dari provinsi pada akhir Desember 2025 dan selanjutnya kami tetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Jombang,” ujar Eko, Minggu 4 Januari 2026.

Eko merinci, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Jombang pada tahun 2026 meliputi, pupuk urea 26.539 ton, pupuk NPK 25.326 ton, pupuk NPK formula khusus 7 ton, pupuk organik 6.410 ton, dan pupuk ZA 521 ton.

“Jika seluruh jenis pupuk tersebut dijumlahkan, total alokasinya mencapai 58.803 ton,” jelasnya.

Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan kebutuhan yang diajukan kelompok tani melalui e-RDKK pada Oktober 2025.

Saat itu, usulan kebutuhan petani meliputi:

  • Urea 28.825 ton
  • NPK 36.000 ton
  • NPK formula khusus 11 ton
  • Pupuk organik 18.667 ton
  • Pupuk ZA 520 ton, dengan total usulan 84.023 ton.

“Perbedaan paling besar terdapat pada pupuk NPK dan pupuk organik. Secara keseluruhan, selisih antara kebutuhan yang diusulkan dengan alokasi yang disetujui mencapai 25.220 ton,” tegas Eko. **

Selain belum memenuhi kebutuhan petani, alokasi pupuk subsidi Jombang tahun 2026 juga tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada awal tahun 2025, Kabupaten Jombang masih memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebesar 64.034 ton.
Artinya, terdapat penurunan sekitar 5.231 ton pada tahun 2026.

“Penurunan terbesar terjadi pada pupuk organik, selisihnya sekitar 14 ribu ton. Sementara untuk pupuk urea dan NPK justru mengalami kenaikan alokasi,” terangnya.

Meski alokasi pupuk subsidi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan petani, Disperta Jombang memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sudah dapat dilakukan.

Regulasi dan penetapan alokasi telah rampung sehingga petani dapat mengakses pupuk subsidi mulai 1 Januari 2026.

“Secara ketentuan, pupuk sudah bisa disalurkan. Kami berharap distributor, termasuk PI dan titik serah, segera menyesuaikan agar transaksi bisa dilakukan saat petani membutuhkan,” kata Eko.

Ia menambahkan, meskipun alokasi tahunan belum sepenuhnya mencukupi e-RDKK, kebutuhan petani pada musim tanam pertama dan kedua masih dipastikan dapat terlayani. Selain itu, Pemkab Jombang membuka peluang pengajuan tambahan alokasi di tengah tahun.

“Jika di perjalanan masih kurang, kami akan mengusulkan tambahan. Berdasarkan pengalaman tahun 2025, usulan tambahan tersebut selalu dipenuhi oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News