Penulis: Bambang Tjuk Winarno | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, NGAWI- Diduga rem blong saat melintasi jalan turunan, pengemudi kehilangan kendali sehingga menabrak satu motor Honda Beat yang dikendarai Tiyas Budiarti (17), lalu oleng menghantam tiga motor terparkir dan teras rumah warga.
Mobil pickup dikemudikan Robert (60) dengan enam penumpang bergerak dari selatan ke utara di Jalan Ngawi-Sine. Setelah nabrak motor Beat dari arah berlawanan, kendaraan oleng dan menabrak motor Honda Supra X (AE 6191 JW), Honda PCX, serta motor Cina yang parkir di halaman rumah Supar (55).
Insiden ini menyebabkan mobil hancur parah dan menewaskan tiga orang. Tiyas Budiarti (17) alami luka-luka di tempat sebagai pengendara Beat. Dua korban lain meninggal dunia, sementara pengemudi dan penumpang lainnya luka-luka. Rumah warga rusak, dan empat sepeda motor hancur.
Polres Ngawi menangani kasus dengan olah TKP oleh Satlantas, AKP Yuliana memimpin penyelidikan. Dugaan awal rem blong, tapi juga faktor kurang hati-hati pengemudi dipertimbangkan.
Tiga korban tewas dalam kecelakaan maut mobil pickup di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Ngawi, telah teridentifikasi.
Korban Tewas
-
Fanina Dwi Noviana (18 tahun), berboncangan dengan Tyas Budiarti warga Surabaya.
-
Welas (54 tahun), warga Ngawi.
-
Triana (33 tahun), warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi.
Tujuh orang lainnya mengalami luka: Tri Yana (35 tahun), penumpang pikap asal Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi, serta pengemudi Robert (60 tahun) dari Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Mereka dirawat di RS Widodo Ngawi dan rumah sakit di Sragen.
Robert berdomisili di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Ia selamat meski mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Polisi masih menyelidiki kondisi rem kendaraan yang diduga blong.
AKP Yuliana Plantika menjelaskan kronologi kejadian, dugaan rem blong, dan kondisi korban luka-luka. Ia mengawasi olah TKP, pengamanan barang bukti seperti kendaraan, dan evakuasi korban ke Puskesmas Ngrambe. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengonfirmasi penyebab pasti. **






