Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MOSKOW– Rusia mengklaim Ukraina melancarkan serangan drone sebanyak 91 unit terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Valdai, Novgorod, Minggu-Senin 28 hingga 29 Desember 2025.
Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan berhasil menghancurkan semua drone tersebut sebelum mencapai target, tanpa korban jiwa atau kerusakan signifikan.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan serangan ini terjadi di tengah perundingan damai dengan AS terkait konflik Ukraina.
Kremlin menyebut insiden ini sebagai “aksi teroris” yang mengganggu proses negosiasi, dan berjanji memperkeras posisi diplomasi serta mempersiapkan serangan balasan. Juru bicara Dmitry Peskov menolak mengonfirmasi keberadaan Putin saat itu demi alasan keamanan.
Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai rekayasa Rusia untuk menyabotase perdamaian. Prancis juga menyatakan tidak ada bukti kuat atas klaim Rusia.
Presiden Vladimir Putin belum memberikan pernyataan publik langsung terkait dugaan serangan drone ke kediamannya pada 29 Desember 2025, tetapi melalui juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, ia menyiratkan sikap tegas.
Ancaman Balasan
Rusia menyatakan serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa respons militer, dengan Lavrov menekankan “tindakan sembrono seperti ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.” Peskov menambahkan bahwa militer Rusia tahu kapan dan bagaimana merespons.
Peskov mengonfirmasi konsekuensi diplomatik berupa memperkeras posisi Rusia dalam negosiasi damai dengan Ukraina dan AS, menyebut insiden ini sebagai upaya sabotase. Putin juga dilaporkan memperingatkan Presiden Trump melalui telepon bahwa insiden itu takkan dibiarkan tanpa balasan.
Pihak Rusia, termasuk Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan juru bicara Kremlin, hanya menyampaikan narasi verbal melalui konferensi pers dan pernyataan, tanpa menunjukkan bukti visual seperti rekaman radar, puing drone, atau footage pertahanan udara.
Semua 91 drone diklaim dihancurkan sebelum mencapai target, sehingga tidak ada kerusakan fisik yang bisa difoto.
Video YouTube dan media sosial yang menampilkan drone mendekati atau meledak di atas bangunan mirip Kremlin sebenarnya rekaman lama dari insiden drone Ukraina sebelumnya (seperti serangan 2023) atau konten AI-generated, bukan dari kejadian 29 Desember. Tidak ada sumber kredibel seperti Reuters atau AP yang memverifikasi footage asli baru.
Kronologi Utama
-
Malam Minggu, 28 Desember 2025: Ukraina dilaporkan meluncurkan drone jarak jauh menuju kediaman Putin di Valdai, Novgorod.
-
Dini hari Senin, 29 Desember 2025: Semua 91 drone ditembak jatuh tanpa mencapai target atau menyebabkan korban jiwa.
-
Pagi 29 Desember 2025: Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengonfirmasi serangan dalam konferensi pers, menyebutnya aksi teroris yang mengganggu negosiasi damai. **






