Penulis: Abdolah Nur Ubaed | Editor: Sanny
KREDONEWS.COM, GRESIK- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik meluncurkan buku Antologi Cerita Pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” hasil karya siswa SMP/MTs dari beberapa sekolah.
“Hari ini bukan sekadar launching buku, tetapi penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia, tetapi juga menuliskan dunia,” kata Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat peluncuran buku Antologi Cerpen Jejak Kata Remaja di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik, Kamis, 12 Desember 2025.
Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.
“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujarnya.
Suami dari dr. Shinta Puspitasari menuturkan, saat ini anak-anak harus pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini, karena karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.
“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.
Wabup Alif mengingatkan masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.
“Saya mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.
“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak, untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.
Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa.
Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan, sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.
“Dari data se-Indonesia, Alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi,” ujarnya. **






