Menu

Mode Gelap

Headline

Kesulitan Bahan Makanan, Massa Juga Menjarah Gudang Bulog Pondok Batu Perbatasan Sibolga-Tapteng

badge-check


					Ribuan warga di 12 wilayah terdmpak banjir badang besar di Sumut, kesulitan memperoleh pasokan bahan makanan. Mereka pun kemudian melakukan penjarahan beras dan minyak di gudang Bulog, Pondok batu, daerah perbatasan antara kabupaten Sibolga-Tapanuli Tengah. Foto:  hitamputih.daily Perbesar

Ribuan warga di 12 wilayah terdmpak banjir badang besar di Sumut, kesulitan memperoleh pasokan bahan makanan. Mereka pun kemudian melakukan penjarahan beras dan minyak di gudang Bulog, Pondok batu, daerah perbatasan antara kabupaten Sibolga-Tapanuli Tengah. Foto: hitamputih.daily

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TAPANULIS TENGAH– Bukan hanya melakukan aksi penjarahan minimarket, logistik bantuan, tetapi massa juga menjarah gudang Bulog di Pondok Batu, yang terletak di perbatasan antara Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka menderita kelaparan akibat krisis pangan pascabencana Sabtu, 29 November 2025.

Perbuatan tersebut terjadi karena warga diduga adalah korban bencana yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Saat dikonfirmasi tentang insiden ini, Sabtu, 29 November 2025, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, memberikan keterangan resmi terkait penjarahan gudang di Pondok Batu.​

Dia menyebutkan bahwa di dalam gudang Bulog ini menyimpan sekitar 2.400 ton beras dan 43.000 liter minyakwanita, yang sebenarnya memang diperuntukkan untuk bantuan masyarakat termasuk korban bencana.

Ia menegaskan belum menghitung secara pasti, berapa beras dan minyak yang sudah dibawa oleh warga, yang terjadi Sabtu, 29 November 2025 itu.

Bulog tengah berupaya menyalurkan bantuan pangan kepada daerah terdampak melalui berbagai jalur pasokan, terutama dari luar Sumatera Utara dengan jalur laut karena akses di wilayah tersebut cukup sulit dan terkendala gangguan jaringan internet.​

Kejadian ini menjadi sorotan karena meskipun bantuan dari pemerintah ada, warga tetap terdorong melakukan penjarahan akibat kelaparan dan krisis pangan.

Bulog meminta warga agar tetap tenang dan percaya bahwa stok pangan masih ada serta distribusi bantuan akan terus diupayakan. Namun, gangguan dan penjarahan seperti ini bisa memperumit distribusi logistik bantuan dan membuat keadaan menjadi lebih sulit bagi korban bencana.​

Bulog menegaskan bahwa stok pangan di gudang tersebut masih tersedia dan pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan pangan, terutama melalui jalur laut dari luar Sumatera Utara, mengingat akses wilayah yang sulit.

Mereka juga sedang fokus memperkuat kapasitas gudang dan distribusi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar untuk mencegah gangguan pasokan pangan semacam ini di masa depan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hangatnya Ramadan di Mojokerto: Ning Ita Berbuka dengan Anak Yatim

13 Maret 2026 - 08:39 WIB

Kalah Praperadilan, KPK Langsung Giring Yaqut dan Ditetapkan sebagai Tersangka

12 Maret 2026 - 23:01 WIB

Polres Jombang Siap Amankan Idul Fitri 1447 H/2026 M

12 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kapolres Jombang bersama Dandim 0814 dan Wabup Jombang tengah periksa pasukan

Target 1000 SPPG, Gus Yahya: MBG Bukan Hanya Santri Sehat, tapi Juga Sakti

12 Maret 2026 - 16:59 WIB

Vonis 20 Tahun Dipecat dari TNI, Serma Yonanda Kodim Indragiri Hulu Terlibat Kurir 40 Kg Sabu

12 Maret 2026 - 15:52 WIB

Musrenbang Mojokerto 2027: Ketahanan Ekonomi dan Sosial Jadi Tema Utama

12 Maret 2026 - 14:43 WIB

Kasus Campak Melonjak, Indonesia Urutan Kedua Tertinggi Dunia

12 Maret 2026 - 14:25 WIB

Pajak Kendaraan Rp 4,3 T, Gubernur Jateng Sudah Nembel 93.000 Jalan Sisa 1.200 Lubang

12 Maret 2026 - 14:18 WIB

Ilustrasi penambalan jalan berlubang di Jawa Tengah jumlahnya mencapai 93.000 lubang. Fito: ist

Safari Ramadhan Bersama Dirut PT Pegadaian, Kanwil Surabaya Undang 30 Anak Panti Asuhan

12 Maret 2026 - 13:21 WIB

Trending di News