Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Candi Ampel Tulungagung, Jejak Majapahit yang Tersisa di Tengah Hutan

badge-check


					Candi Ampel tinggal reruntuhan Perbesar

Candi Ampel tinggal reruntuhan

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, TULUNGAGUNG-Di balik perbukitan dan pedesaan yang tenang di Tulungagung, tersimpan jejak masa lalu yang jarang tersorot. Salah satunya adalah Candi Ampel, bangunan kuno di Dusun Ngampel, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, yang hingga kini menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban Jawa.

Meski kini kondisinya tidak utuh lagi, Candi Ampel tetap memikat perhatian para peneliti, pencinta sejarah, hingga masyarakat lokal yang masih memegang tradisi turun-temurun di kawasan tersebut.

Dikelilingi hutan lebat dengan suasana tenang, Candi Ampel menghadirkan atmosfer sakral sekaligus misterius. Reruntuhan bata kuno yang tersisa menjadi penanda kuat bahwa candi ini pernah berdiri megah pada masa kejayaan Majapahit.

Bagi warga sekitar, Candi Ampel bukan hanya situs arkeologi, melainkan tempat yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi dan masih digunakan untuk tradisi lokal hingga saat ini.

Mengutip dari Bappeda Tulungagung, Candi Ampel diperkirakan telah ada sejak era Majapahit. Candi ini tersusun dari bata merah dengan sebagian kecil material batu andesit.Kini, yang terlihat hanya gundukan bata kuno serta beberapa umpak batu andesit yang menunjukkan fondasi bangunan masa lampau.

Catatan penelitian menyebutkan bahwa Candi Ampel awalnya memiliki relief berupa burung, fabel, dan kepiting. Namun, sebagian besar relief tersebut telah rusak dan sulit diamati. Sisa relief yang masih tampak jelas hanya pahatan berbentuk tubuh manusia pada dinding batu andesit.

Candi Ampel tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat setempat. Berdasarkan kepercayaan lokal, candi ini berkaitan dengan sosok Joko Sindono (Bajinsa Putra), tokoh dalam cerita rakyat Tulungagung.

Hingga kini, masyarakat rutin mengadakan selametan setiap malam Jumat di Candi Ampel. Ketika memiliki hajat seperti pernikahan atau membangun rumah, warga juga datang untuk berdoa. Uniknya, doa-doa tersebut diucapkan dalam campuran bahasa Arab dan Jawa, menunjukkan akulturasi budaya secara turun-temurun.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Nasional