Menu

Mode Gelap

Nasional

Ayah Ditemukan Gendong 2 Anak di Longsor Cilacap

badge-check


					Supriadi menunjukkan lokasi bekas rumah almarhum keluarga Dani Setiawan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025).
© KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Perbesar

Supriadi menunjukkan lokasi bekas rumah almarhum keluarga Dani Setiawan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). © KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN

Penulis: Adi Wardono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, CILACAP-Peristiwa longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyisakan duka mendalam.

Salah satunya keluarga dari Dani Setiawan (29), warga Dusun Cibuyut, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Dani ditemukan meninggal dunia bersama istri, Satini (28), serta dua anaknya, Rizky Pratama Ramdhan (9) dan Febriansyah (5), pada Sabtu (15/11/2025).

Paman Dani, Supriadi, menceritakan, jasad Dani ditemukan dalam kondisi menggendong kedua anaknya.

“Pas dievakuasi posisi lagi menggendong anak dua, begini si bapaknya,” ungkap Supriadi sambil memperagakan gerakan menggendong saat ditemui di lokasi, Minggu (16/11/2025).

Supriadi menduga, saat kejadian, Dani dan keluarga kecilnya berusaha menyelamatkan diri.

Pasalnya, jenazah ditemukan di luar rumah.

“Posisinya sudah di luar. Pertama yang ditemukan Dani sama dua anaknya, tak lama kemudian istrinya ditemukan dengan jarak sekitar 1 meter, kemungkinan mau menyelamatkan diri,” kata Supriadi.

Supriadi mengatakan, peristiwa longsor tersebut berlangsung sangat cepat.

“Kejadian ini dari titik atas sana hanya sekitar 2 menit, cepat sekali,” ujar Supriadi.

Namun, nasib berbeda dialami orangtua dari Supriadi, Miharto (90), yang rumahnya bersebelahan dengan keluarga Dani menghadap ke utara.

“Bapak saya sejak sore sudah mengungsi ke rumah saudara karena sebelumnya sudah ada peringatan katanya di atas ada retakan,” kata Supriadi.

Menurut Supriadi, orangtuanya memiliki firasat buruk sehingga memilih mengungsi.

“Awalnya lagi tidur-tiduran, terus pukul 17.00 WIB naik ke atas (ke rumah saudara) karena firasatnya enggak enak. Cucunya (almarhum Rizky Pratama Ramdhan dan Febriansyah) cuma liatin saja katanya,” ujar Supriadi.

Sementara itu, kerabat lainnya, Ratno, mengenang, Dani merupakan sosok yang baik.

“Orangnya baik. Dia kerjanya serabutan, anggota linmas juga, kalau ada hajatan dia yang jaga. Kalau istrinya ibu rumah tangga,” kata Ratno.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

58 Bus Mudik Gratis Jatim Antar Perantau Pulang Kampung

18 Maret 2026 - 21:22 WIB

Macet Parah di Gilimanuk, Pemudik Asal Kebumen Meninggal Dunia

18 Maret 2026 - 17:18 WIB

Garuda Buka Suara Soal Tiket Palangkaraya-Jakarta Rp 200 Juta

17 Maret 2026 - 21:09 WIB

Distribusi Logistik Terganggu, Truk Ayam Tertahan di Gilimanuk

17 Maret 2026 - 20:54 WIB

Rupiah ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah

16 Maret 2026 - 21:48 WIB

Budi Santoso Tinjau Pasar, Harga Masih Stabil

16 Maret 2026 - 21:39 WIB

Kemacetan Horor di Peyeberangan Gilimanuk-Ketapang

16 Maret 2026 - 21:14 WIB

Sidak Terminal Purabaya, Kapolri Minta Polisi Beri Layanan Maksimal

15 Maret 2026 - 17:35 WIB

Jasamarga Mulai Berlakukan Diskon Tarif Tol Hari Ini

15 Maret 2026 - 17:04 WIB

Trending di Nasional