Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Budi Gunadi Kritik Rujukan BPJS Berjenjang, Rugikan Pasien, Iso Dut Sak Durunge Dioperasi

badge-check


					Budi Gunadi Kritik Rujukan BPJS Berjenjang, Rugikan Pasien, Iso Dut Sak Durunge Dioperasi Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti persoalan sistem rujukan BPJS Kesehatan yang selama ini membuat pasien harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain sebelum akhirnya memperoleh layanan yang tepat.

Ia menilai, mekanisme rujukan berlapis seperti sekarang tidak hanya menyulitkan pasien karena memakan waktu, tetapi juga menimbulkan pemborosan anggaran BPJS yang seharusnya bisa dihemat.

Budi mencontohkan, dalam kasus darurat seperti serangan jantung, pasien kerap dirujuk bertahap mulai dari puskesmas ke RS tipe C, lalu ke tipe B, sebelum akhirnya sampai ke RS tipe A. Padahal, operasi jantung terbuka hanya dapat dilakukan di RS tipe A.

“Padahal yang bisa melakukannya sudah jelas tipe A. Tipe C, tipe B tidak mungkin bisa tangani. Harusnya dengan demikian BPJS tidak usah keluar uang tiga kali. Dia (BPJS) keluarnya sekali saja, langsung dinaikin ke yang paling atas (RS Tipe A),” katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Budi, pemerintah sedang menyiapkan reformasi besar dalam sistem rujukan yang nantinya berbasis kompetensi. Artinya, pasien akan dirujuk sesuai kemampuan fasilitas kesehatan, bukan sekadar mengikuti jenjang administratif.

Dengan sistem baru ini, pasien bisa langsung diarahkan ke rumah sakit yang benar-benar memiliki kapasitas menangani kondisi medis sejak awal. Kebijakan tersebut juga akan disertai dengan penyederhanaan tarif layanan dan administrasi BPJS.

Beberapa kode tarif akan digabungkan agar lebih sederhana, sehingga tidak membingungkan pihak rumah sakit sekaligus mengurangi potensi masalah klaim. Untuk layanan rawat jalan, pemerintah mengubah sistem dari hanya satu kategori menjadi 159 jenis agar pembayaran lebih akurat dan sesuai kebutuhan pasien.

Budi menegaskan, alur rujukan tetap dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Namun, dokter FKTP akan langsung menentukan level layanan yang dibutuhkan pasien.

“Dokter tingkat pertama akan menentukan arahnya ke mana. Misalnya pasien stroke, kalau cukup ditangani layanan tingkat C, dia langsung ke RS dengan layanan stroke tingkat C. Kalau kasusnya lebih berat, langsung ke tingkat B,” ujar Budi.

Dengan pola ini, pasien tidak perlu lagi berpindah-pindah rumah sakit atau berganti kelas kamar sebelum mendapatkan perawatan yang sesuai. Meski begitu, sistem baru ini masih dalam tahap persiapan dan sedang dipercepat implementasinya.

Ke depan, rujukan diharapkan bisa langsung menuju rumah sakit Madya, Utama, atau Paripurna sesuai kebutuhan medis pasien, sehingga layanan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Modal Miliaran Jadi Triliunan, Intip Kesuksesan Bisnis Skincare Zhang Ziyi

26 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Trending di Life Style