Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Longsor Cilacap, Upaya Evakuasi 21 Warga Hadapi Tantangan

badge-check


					Longsor Cilacap, Upaya Evakuasi 21 Warga Hadapi Tantangan Perbesar

Penulis: Adi Wardono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, PATI-Upaya evakuasi korban longsor di Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah dilaporkan menghadapi tantangan berat. Sebanyak 21 warga yang hilang masih dalam pencarian tim gabungan.

Bencana longsor melanda Dusun Tarakuhan dan Dusun Cibuyut pada Kamis (13/11/2025). Hujan deras sejak siang memicu pergerakan tanah yang menimbun puluhan rumah warga.

Material longsor menimpa permukiman dan menyebabkan kerusakan luas di dua dusun tersebut. BPBD mencatat 12 rumah rusak berat dan 11 rumah tertimbun material longsor.

Sebanyak 16 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam. Tanah yang masih bergerak membuat potensi longsor susulan semakin tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo menyebut total 46 warga terdampak. “Ada sekitar 46 orang terdampak,” ujar Taryo, Jumat (14/11/2025).

Taryo mengungkapkan, 23 warga berhasil selamat dari lokasi longsor. “Tiga di antaranya mengalami luka ringan,” kata Taryo menjelaskan kondisi penyintas.

Dua warga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam operasi penyelamatan. “Sekitar 21 warga masih dalam pencarian,” ujar Taryo.

Proses evakuasi menghadapi kendala besar karena lokasi berada di wilayah perbukitan. Minimnya penerangan malam hari memperlambat operasi penyelamatan di lapangan.

Tanah masih bergerak sehingga membahayakan petugas di titik longsoran. Kondisi labil membuat tim harus bekerja sangat hati-hati untuk menghindari korban tambahan.

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan. Mereka melaksanakan kaji cepat dan pencarian manual di sekitar area terdampak.

Sejumlah peralatan telah dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan. Light Tower Portable digunakan untuk membantu penerangan di medan pencarian.

Namun, BPBD menegaskan kebutuhan mendesak masih harus segera dipenuhi. Alat berat, lampu penerangan tambahan, logistik permakanan, dan perlengkapan USAR masih sangat dibutuhkan.

Dikatakan, warga dari rumah yang berpotensi terdampak longsor susulan telah diungsikan. BPBD terus memantau kontur tanah untuk mencegah risiko lanjutan.

“Hingga malam, pencarian terhadap 21 warga hilang tetap berlanjut. Tim gabungan memperkuat koordinasi dan mempercepat upaya penyelamatan di seluruh titik terdampak,” ujarnya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional