Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Dirjen ESDM: Uji Kelayakan Bobibos Tunggu Selama 8 Bulan Baru Boleh Dipasarkan

badge-check


					Bobibos merupakan bahan bakar buatan anak Indonesia, menggunakan bahan baku tanaman dijamin layak menjadi pednamping BBM fosil, mulai dimunculkan ke masyarakat sejak 2 Noveber 2025. Foto: Ist Perbesar

Bobibos merupakan bahan bakar buatan anak Indonesia, menggunakan bahan baku tanaman dijamin layak menjadi pednamping BBM fosil, mulai dimunculkan ke masyarakat sejak 2 Noveber 2025. Foto: Ist

Penulis: Tanasyafria Libas Tirani   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pentingnya proses uji kelayakan yang menyeluruh sebelum sebuah produk Bahan Bakar Minik (BBM) baru dapat beredar di pasaran.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menanggapi ramainya produk BBM bernama Bobibos yang tengah diperbincangkan di media sosial, di jakarta, Jumat 7 November 2025.

Laode memberikan penghargaan atas inovasi lokal yang menghadirkan BBM ramah lingkungan, namun ia juga mengingatkan bahwa prosedur pengujian BBM tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Proses evaluasi untuk memastikan BBM layak digunakan membutuhkan waktu dan tahapan panjang, bisa mencapai delapan bulan,” ungkapnya.

Pihak Kementerian ESDM menempatkan prioritas pada keselamatan dan standar kualitas sebelum memberikan izin edar produk baru, sehingga masyarakat bisa yakin terhadap performa dan keamanan bahan bakar tersebut.

Laode menegaskan, meskipun apresiasinya tinggi terhadap inovasi anak bangsa, keputusan kelayakan tetap menunggu hasil uji lengkap yang berkualitas.

Pernyataan ini disampaikan Laode pada Jumat, 7 November 2025, di kantor kementerian ESDM sebagai bentuk respons resmi atas munculnya produk BBM Bobibos yang tengah ramai diperbincangkan.

Karya Anak Bangsa

Kronologi temuan bahan bakar Bobibos dimulai dari riset panjang selama lebih dari satu dekade yang dilakukan oleh M. Ikhlas Thamrin dan timnya di Indonesia, buatan anak negeri Indonesia.

Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap ketergantungan Indonesia pada energi impor dan keinginan untuk menciptakan bahan bakar ramah lingkungan yang murah, aman, dan rendah emisi.

Bobibos merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos, resmi diluncurkan pada 2 November 2025 di Bumi Sultan Jonggol, Kabupaten Bogor, sebagai hasil kolaborasi antara inovator muda, pelaku usaha nasional, dan masyarakat daerah.

Bobibos diproduksi dari tanaman yang tumbuh subur di berbagai wilayah Indonesia, termasuk lahan persawahan, dengan tujuan Mendukung kemandirian energi sekaligus ketahanan pangan nasional.

Produk ini memiliki varian bensin dan solar dengan Research Octane Number (RON) hingga 98 dan telah melalui tahap uji sertifikasi dari lembaga resmi di bawah Kementerian ESDM.

Peluncuran Bobibos disambut sebagai langkah revolusi energi merah putih oleh tokoh nasional seperti Anggota DPR RI Mulyadi, yang menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar teknologi baru, melainkan gerakan kemandirian energi rakyat yang siap menjadi pengganti bahan bakar fosil.

 Bobibos juga diyakini dapat menekan anggaran subsidi BBM dan menghadirkan bahan bakar yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Racun Makanan Pindah ke Kisaran, Puluhan Siswa Keracunan MBG dari Dapur Polres

15 September 2026 - 17:11 WIB

Serem Pencopotan Purbaya, Diinterupsi Lewat Telepon dari Prasetyo Hadi Saat Presentasi di Dewan

15 September 2026 - 00:17 WIB

Komite SMAN 1 Jombang Pasang Tarif Rp2,5 Juta, PMPP Rp165.000, Wali Murid: Bukan Sumbangan, tapi Paksaan

14 September 2026 - 21:38 WIB

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Trending di Nasional