Menu

Mode Gelap

Headline

Fakta Maluku: Puluhan Bocah Harus Digendong Seberangi Sungai untuk ke Sekolah

badge-check


					Puluhan siswa SD di Maluku sampai saat kesulitan pergi belajar, karena harus melewati dua sungai. Mereka harus dibanrtu dengan menggendong menyeberangi sungai, agar sragam tidak bawah. Foto: Tangkap layar cideo Instagram@hitampuytih_daily Perbesar

Puluhan siswa SD di Maluku sampai saat kesulitan pergi belajar, karena harus melewati dua sungai. Mereka harus dibanrtu dengan menggendong menyeberangi sungai, agar sragam tidak bawah. Foto: Tangkap layar cideo Instagram@hitampuytih_daily

Penulis: Mulawarman   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, HALMAHERA SELATAN– Puluhan siswa SD Negeri 240 di Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, setiap hari harus menyeberangi dua sungai yang sering banjir, yaitu Sungai Gosora dan Sungai Peda, demi bisa berangkat ke sekolah.

Tidak ada jembatan penghubung membuat mereka harus melewati arus sungai yang deras dan air yang terkadang setinggi lutut orang dewasa.

Dua guru yang memberi keterangan secara khusus Yosna Yunita dan Ernal Tamadarage dari SD Negeri 240 di Desa Bobo, Halmahera Selatan.

Mereka menjelaskan kondisi belajar nak-anak sulit, penuh tangtangan, apalagi pada saat musim penghujan sekarang ini.

Guru, warga dan keluarga harus menggedong seiswa itu menyeberang sulit menyeberangi sungai yang meluap tanpa jembatan, serta upaya guru dan orang tua menggendong siswa agar tidak hanyut oleh arus sungai.

Kedua guru ini juga menyampaikan harapan warga dan pihak sekolah agar pemerintah segera membangun jembatan untuk keselamatan dan kelancaran akses pendidikan anak-anak tersebu

Para guru dan warga setempat membantu menggendong siswa agar tidak hanyut oleh arus sungai saat melewati sungai itu.

Meski penuh risiko, para siswa tetap bersemangat bersekolah dan tidak mau bolos. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun, terutama saat musim hujan ketika sungai mudah meluap.

Warga dan pihak sekolah sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan sebagai akses aman bagi anak-anak menuju sekolah sehingga keselamatan mereka tidak terancam setiap hari.​

Situasi dan Dampak

  • Para siswa dan guru harus menunggu air surut atau menyeberang dengan bantuan warga saat sungai banjir.

  • Total ada 17 siswa yang harus menyeberangi sungai setiap hari.

  • Di Desa Bobo ada 8 sekolah yang terdampak ketiadaan jembatan, meliputi 3 SD, 3 PAUD, 1 SMP, dan 1 SMK.

  • Guru mengantarkan anak-anak ke sungai dan membantu mereka menyeberang demi keselamatan bersama.

Harapan Masyarakat

  • Pembangunan jembatan penghubung dinantikan warga agar akses menuju sekolah tidak berbahaya lagi.

  • Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan tindakan agar siswa tidak lagi harus mempertaruhkan nyawa demi belajar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pelayanan Medis Tetap Berjalan, Angin Puting Beliung Merusak Bangunan RSUD Ploso Jombang

30 Maret 2026 - 21:06 WIB

Penggelapan Dana Paroki Rp 28 Miliar, Imigrasi Menahan Andi Hakim dan Istri saat Tiba di Kualanmu

30 Maret 2026 - 18:31 WIB

Rekor Baru: Rupiah Sentuh Rp 17.224 Intraday, Tertekan Krisis Energi Global

30 Maret 2026 - 18:23 WIB

Korban Mutilasi Disimpan Dalam Freezer Warung Ayam Geprek, Polisi Bekasi Meringkus Dua Tersangka Pelaku

30 Maret 2026 - 17:12 WIB

Pria ODGJ Bawa Parang Mengamuk, Satu Korban Jiwa Lima Lainnya Dirawat di Rumah Sakit Grobogan

30 Maret 2026 - 16:29 WIB

Diisukan Selingkuh Ustad Digerebek dan Dianiaya, Warga NSP Tuntut Polisi Pengeroyok Diproses Hukum

30 Maret 2026 - 15:37 WIB

Indikator Pembangunan Moncer, Mojokerto Catat Prestasi 2025

30 Maret 2026 - 14:37 WIB

Pasca Idul Fitri 1447 H, Polres Jombang Perkuat Soliditas

30 Maret 2026 - 14:23 WIB

Token PLN Rp 100 Ribu, Begini Cara Hitung kWh

30 Maret 2026 - 13:40 WIB

Trending di Nasional