Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Perentasan 180 Juta Akun Gmail, Google Membantah Ini Penjelasannya

badge-check


					Logo Gmail. Foto: Gmail Perbesar

Logo Gmail. Foto: Gmail

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA- Lebih dari 180 juta akun Gmail diduga bocor dan tersebar di dunia maya, namun bukan karena peretasan langsung ke Google.

Data ini berasal dari pengumpulan oleh infostealer malware yang menginfeksi perangkat pengguna dan mencuri data login, termasuk alamat email dan kata sandi.

Kebocoran ini berjumlah sekitar 183 juta akun unik, termasuk sekitar 16,4 juta akun yang belum pernah muncul sebelumnya dalam kebocoran data.

Pakar keamanan menyatakan bahwa data ini merupakan hasil dari aksi malware yang mengumpulkan data dari berbagai sumber di internet selama sekitar setahun, tidak berasal dari pelanggaran pada server Google sendiri.

Google sendiri membantah langsung diretas namun tetap mengimbau pengguna untuk meningkatkan keamanan akun dengan mengganti kata sandi, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta meninjau aktivitas akun mereka.

Pengguna dapat memeriksa apakah akun mereka termasuk yang bocor dengan mengunjungi situs Have I Been Pwned dan memasukkan alamat email mereka.

Jika akun terdeteksi bocor, disarankan segera mengganti kata sandi dan mengaktifkan metode keamanan tambahan. Kebocoran ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran dan pengelolaan keamanan digital secara hati-hati di era serangan siber yang terus meningkat.

Informasi tentang kebocoran 180 juta akun Gmail ini berasal dari laporan dan analisis para pakar keamanan siber, terutama Troy Hunt, pendiri situs Have I Been Pwned (HIBP), yang menambahkan dataset besar berisi data hasil curian oleh infostealer malware ke dalam basis data mereka pada 21 Oktober 2025.
Situs HIBP memantau kebocoran data dan memberi tahu publik soal akun-akun yang terlibat. Selain itu, pakar dari perusahaan keamanan siber Tenable juga mengonfirmasi bahwa kebocoran ini tidak berasal dari peretasan langsung Google, melainkan data login yang dicuri dari perangkat pengguna yang terinfeksi malware.
Informasi ini tersebar luas melalui media teknologi dan portal berita di Indonesia serta dunia dengan referensi langsung dari para ahli tersebut dan situs HIBP sebagai sumber utama data kebocoran tersebut.​
Reaksi Google atas dugaan kebocoran 180 juta akun Gmail ini adalah penegasan bahwa tidak ada bukti Google diretas secara langsung. Google menyatakan bahwa data yang bocor berasal dari infostealer malware yang menginfeksi perangkat pengguna, bukan dari pelanggaran di server Google.
Google menegaskan pertahanan Gmail tetap kuat dan pengguna tetap dilindungi. Mereka juga mendorong pengguna untuk meningkatkan keamanan akun dengan mengganti kata sandi secara berkala, mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA), dan memeriksa aktivitas akun mereka.
Google menyatakan kebocoran ini merupakan bagian dari serangan siber berskala luas yang melibatkan berbagai situs dan layanan, bukan khusus Gmail saja.​ **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Racun Makanan Pindah ke Kisaran, Puluhan Siswa Keracunan MBG dari Dapur Polres

15 September 2026 - 17:11 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Trending di Internasional