Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Udang merupakan salah satu makanan paling populer berkat rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi. Menurut Associate Professor Dr. Nguyen Duy Thinh, mantan dosen di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi, jika tidak diolah dengan benar, udang dapat menjadi sumber bahaya karena mengandung banyak mikroorganisme, telur parasit, dan kotoran di dalam sistem pencernaan.
Profesor Madya Thinh mengatakan bahwa tubuh udang terbagi menjadi dua bagian utama: kepala dan badan. Kepala adalah rongga berongga yang dilapisi cangkang keras, di dalamnya terdapat sebagian besar organ penting seperti sistem saraf, sistem pencernaan, sistem ekskresi, dan sistem pernapasan.
Sistem pencernaan meliputi lambung dan usus—dua bagian yang sering diabaikan saat mengolah udang, tetapi di sinilah banyak risiko keamanan pangan terkonsentrasi. Lambung udang terletak tepat di kepala, tempat makanan disimpan setelah udang mencari makan.
Sebagai omnivora, udang memakan beragam makanan, termasuk alga, serangga, bangkai hewan, tumbuhan pengurai, dan bahkan larva parasit. Hal ini membuat perut udang mudah terkontaminasi bakteri dan kontaminan lain yang berbahaya bagi manusia.
Selain itu, usus udang berupa tabung kecil yang memanjang di sepanjang punggung, sering terlihat seperti benang hitam. Setelah makanan dicerna di lambung, sisa makanan akan bergerak ke usus—tempat kotoran terkonsentrasi. Jika tidak dibuang, usus udang akan membuat hidangan terasa pahit, menurunkan kualitas, dan berpotensi memengaruhi kesehatan.
Namun, kepala udang juga mengandung bagian yang sangat bergizi yang disebut telur udang – zat yang berwarna abu-abu kehitaman saat mentah, berubah menjadi cokelat kemerahan saat dimasak, lezat, berlemak, dan bergizi. Telur udang terletak tepat di sebelah cangkang kepala, dekat perut, jadi saat mengolahnya, Anda perlu berhati-hati untuk menjaga bagian ini.
Selain itu, daging di kepala udang, meskipun tidak sebanyak daging di badan, tetap menyumbang sekitar 25-30% dari berat kepala, yang dapat dimanfaatkan sepenuhnya saat pengolahan. Untuk udang berukuran besar, ibu rumah tangga dapat mengupas salah satu sisi kepala udang untuk mengeluarkan perutnya, lalu menempelkannya kembali agar bentuk udang tetap indah dan aman.
Sedangkan untuk udang kecil, para ahli menyarankan agar kepala dibiarkan saja saat dimasak, tetapi saat dimakan, buang bagian perut di bagian kepala dan usus di bagian belakang untuk menghindari masuknya kotoran ke dalam sistem pencernaan.
Profesor Madya Dr. Nguyen Duy Thinh menekankan bahwa udang merupakan makanan yang berharga, mudah diolah, dan sangat bergizi. Namun, ibu rumah tangga perlu memastikan bahwa mereka memilih udang segar, mengolahnya dengan cermat, dan memasaknya hingga matang sempurna untuk menghindari risiko keracunan akibat udang busuk atau udang yang terkontaminasi mikroorganisme. Membersihkan sistem pencernaan udang tidak hanya membuat hidangan lebih lezat tetapi juga lebih aman bagi kesehatan keluarga.***











