Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Budaya Feodalisme di Ponpes, Cak Sholeh Bersuara

badge-check


					Cak Sholeh, Sumber: IG Pribadi Perbesar

Cak Sholeh, Sumber: IG Pribadi

Penulis;: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Ratusan santri dan alumni pesantren Lirboyo menggelar aksi protes ke kantor Trans7 pada 13 Oktober 2025.

Aksi ini dipicu tayangan program Expos yang dianggap menyinggung dunia pesantren dengan narasi bernada merendahkan, termasuk penggunaan istilah “ngesot” dan “kasih duit ke kiai”.

Menanggapi polemik tersebut, praktisi hukum sekaligus alumni pesantren, Cak Sholeh (Muhammad Sholeh) ikut bersuara lewat akun Instagram pribadinya pada 15 Oktober 2025.

“Saya terus terang, sudah lihat videonya, saya juga tersinggung. Ada bahasa ngesot, ada bahasa kasih duit ke kiai,” ujarnya.

Namun, Cak Sholeh menegaskan bahwa budaya ngesot kepada kiai tidak bisa dikatakan feodalisme apalagi digeneralisir

“Pesantren tempat saya mondok tidak ada feodalisme, tidak ada merangkak-merangkak, tidak ada itu ngesot-ngesot seperti yang ada di dalam tayangan Expos Trans7.” tegas Cak Sholeh.

Sementara untuk ngasih duit, menurutnya, tradisi tersebut bersifat sukarela dan penuh adab.

“Soal budaya ngasih duit itu tidak ada paksaan. Saya kadang ngasih duit ke seorang Kiai, kadang tidak.” terangnya.

Ia juga menilai tidak semua kiai pantas dicontoh, sehingga tidak bisa digeneralisasi bahwa pesantren identik dengan feodalisme.

“Tetapi banyak juga Kiai-Kiai yang saya temui, saya tidak mau cium tangan Karena bagi saya dia bukan sosok yang harus diteladani.” terangnya.

Namun saat ini banyak sekali kiai kiai muda yang santun dan tidak menampakkan feodalisme dan merendahkan orang lain.

“Sekarang ini muncul kiai-kiai muda seperti Gus Baha dan Gus Idam. Mereka santun, tidak menampakkan sikap minta dicium tangan, apalagi merendahkan orang lain,” jelasnya.

Sebagai solusi, Cak Sholeh mengajak publik bersikap objektif dan menempuh jalur hukum jika merasa tersinggung.

“Saya pun tidak setuju kalau Trans7 itu harus di-demo. Kalau tidak setuju, kalau kita merasa tersinggung, gugat secara hukum Trans7. Yang kedua, boikot Trans7. Tidak perlu harus dengan demo mendemo,” tegasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Ketika Rumah Kebudayaan Menjadi Arena Perebutan Panggung

11 Mei 2026 - 18:17 WIB

Bupati Fandi Ahmad Yani Beri Sangu Obat dan Vitamin untuk Ratusan Jamaah Haji Asal Kabupaten Gresik

3 Mei 2026 - 19:26 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

GAAN Soroti Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba Makin Mengkhawatirkan

2 April 2026 - 18:56 WIB

Jadwal Acara Film Televisi Nasional Kamis 2 Maret 2026 ada Hellboy hingga Bioskop Trans TV

2 April 2026 - 10:44 WIB

Trending di Headline