Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Terima Rp 18 M, Kejati Jateng Periksa Gus Yazid Basyaiban Kasus Korupsi Rp 237 M

badge-check


					Gus Yazid Basyaiban memenuhi surat Kejati untuk diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Tinggi Jateng, dalam kasus jual beli lahan BUMD Cilacapsenilai Rp 237 miliar dengan prosder tidak sah. Foo: Instagram@veradhut Perbesar

Gus Yazid Basyaiban memenuhi surat Kejati untuk diperiksa sebagai saksi di Kejaksaan Tinggi Jateng, dalam kasus jual beli lahan BUMD Cilacapsenilai Rp 237 miliar dengan prosder tidak sah. Foo: Instagram@veradhut

Penulis: Adi Wardhono    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SEMARANG– Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) melakukan pemeriksaan Gus Yazid Basyaiban sebagai saksi, Rabu, 13 Agustus 2025,  dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait korupsi pengadaan tanah di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Cilacap dengan kerugian negara sekitar Rp 237 miliar.

Hubungan Gus Yazid Basyaiban dengan kasus jual beli tanah di Cilacap adalah sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait dengan kasus korupsi pengadaan tanah oleh BUMD PT Cilacap Segara Artha.

Gus Yazid mengakui telah menerima uang sejumlah Rp 18 miliar secara bertahap dari seseorang bernama Andi, direktur perusahaan perkebunan, yang uangnya diduga terkait kasus tersebut. Namun, Gus Yazid menegaskan bahwa ia tidak mengetahui asal mula uang tersebut dan menggunakan dana itu untuk kegiatan sosial, termasuk pengobatan gratis.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk diaudit dan membuka semua pihak yang terlibat agar kasus ini dapat diusut tuntas secara transparan. Gus Yazid bukan tersangka, tetapi diperiksa sebagai saksi untuk mendalami aliran dana dan keterkaitan dengan kasus korupsi pembelian tanah fiktif yang nilai kerugian negerinya sekitar Rp 237 miliar.

Kasus ini melibatkan tiga tersangka utama, termasuk mantan PJ Bupati Cilacap, dengan proses pengadaan tanah yang tidak mengikuti prosedur yang benar dan tanah yang masih dikuasai oleh Kodam IV Diponegoro sehingga BUMD tidak dapat menguasainya secara legal.​

Bukti kuintasi tanda terima uang transfernya kepada Gus Yazid Basyaiban. Foto: Instagram@veradhut

Kronologi kasus

Pada tahun 2023-2024, PT Cilacap Segara Artha (CSA), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Cilacap, melakukan pembelian tanah seluas 700 hektare dari PT Rumpun Sari Antan (RSA) dengan nilai mencapai Rp 237 miliar.

Namun, proses pembelian tanah ini tidak mengikuti prosedur yang benar. Tanah tersebut ternyata tidak memiliki status jelas, karena masih berada dalam penguasaan Kodam IV Diponegoro sehingga BUMD tidak dapat menguasainya secara legal.

Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) menangani perkara ini dengan menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Penjabat (Pj) Bupati Cilacap Awaluddin Muuri (AM), Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Cilacap Iskandar Zulkarnain (IZ), dan mantan Direktur PT RSA Andhi Nur Huda (ANH).

Gus Yazid Basyaiban diperiksa sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini. Ia mengakui menerima uang bertahap sebesar Rp 18 miliar dari seseorang bernama Andi, direktur perusahaan perkebunan, namun tidak mengetahui asal uang tersebut.

Gus Yazid menyatakan bahwa uang tersebut dipergunakan untuk kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan bukan hasil korupsi.

Kasus ini mengungkap skandal pembelian lahan fiktif yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 237 miliar dan masih dalam proses penyidikan lebih lanjut di Kejati Jateng. Gus Yazid menyatakan kesiapannya untuk mengungkap semua pihak yang terlibat supaya kasus ini dapat diusut tuntas secara transparan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

460 Orang Berhasil Diselamatkan, KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda

21 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kepala Bapenda Sholahuddin Gunakan ‘Layar Jebol’ dan ‘Pasti Bayar’ Realisasi PAD Jombang 77,69 %

21 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pengeroyokan Massal di Empunala, Polres Mojokerto Ringkis 21 Orang Terduga Pelaku

21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Kadinkes Dr Hexawan Tjahja: MelaluI Anting Berlian, Tekan Stunting Hingga 3,17 Persen

21 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Diduga Keracunan MBG, Sekitar 100 Siswa SD di Cirebon Masuk Rumah Sakit

21 Oktober 2026 - 07:53 WIB

ESDM Akui Ada Antrean BBM di Jatim, Target Tuntas Maksimal 2 Hari

20 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Berada di Zona Hijau, IHSG Kembali ke Level 5.000an hingga Jeda Siang Perdagangan

20 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Trending di Nasional