Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Hasil Autopsi: Penyebab Kematian Tersangka Curwan di Lumajang Asam Lambung

badge-check


					Polisi gelar konferensi pers (Foto : Humas Polres Lumajang). Perbesar

Polisi gelar konferensi pers (Foto : Humas Polres Lumajang).

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, LUMAJANG-Polres Lumajang merilis hasil autopsi terhadap tersangka kasus pencurian hewan berinisial RH, warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, yang meninggal dunia setelah diamankan pihak kepolisian.

Autopsi dilakukan di RSUD dr. Hariyoto Lumajang, Senin (13/10/2025), oleh tim forensik RS Bhayangkara Lumajang. Hasilnya, kematian RH dipastikan bukan akibat kekerasan fisik, melainkan karena cairan asam lambung yang masuk ke saluran pernapasan.

Ketua tim autopsi dr. Deka Bagus Binarsa, SpFM, menjelaskan, ditemukan cairan berwarna kekuningan dalam jumlah cukup banyak di lambung dan saluran napas korban.

“Pemeriksaan kimia menunjukkan cairan tersebut bersifat asam kuat, yang menandakan asam lambung telah masuk ke saluran pernapasan dan menjadi penyebab kematian,” ujarnya.

Meski ditemukan beberapa luka di tubuh RH, dr. Deka menegaskan luka-luka tersebut tidak berpengaruh terhadap penyebab kematian.

Sementara itu, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, RH sempat mengeluh mual saat berada di ruang tahanan.

Penjelasan ini disampaikan untuk menepis dugaan pihak keluarga yang menuding adanya kekerasan saat proses penangkapan oleh aparat kepolisian.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, sempat menyerang markas Polres Lumajang karena tidak terima anggota keluarganya meninggal setelah ditangkap polisi. Mereka menduga kematian Rudi akibat penganiayaan, hingga memicu aksi amuk massa dan perusakan di kantor polisi pada Minggu (12/10/2025) malam.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka mengaku memiliki riwayat asam lambung. Setelah makan siang, kondisinya sempat membaik, namun kembali menurun pada pukul 15.00 WIB,” jelas Kapolres.

Petugas kemudian membawa RH ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang, namun sekitar pukul 16.20 WIB tersangka dinyatakan meninggal dunia setelah tekanan darahnya turun drastis.

Polisi menyebut RH merupakan DPO kasus pencurian hewan yang terlibat dalam sedikitnya 15 TKP di wilayah Lumajang.

AKBP Alex Sandy menegaskan, pihaknya telah melakukan penanganan medis sesuai prosedur. “Kami sudah bertindak cepat membawa tersangka ke rumah sakit. Hasil autopsi menunjukkan kematian disebabkan faktor medis, bukan kekerasan,” tandasnya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional