Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Santap Mi Ayam dari MBG, 173 Siswa SMPN 1 Kragan Rembang Alami Keracunan

badge-check


					Berulang kembali kasus keracunan setelah makan mi ayam dai mitra MBG di SMP Negeri 1 Kragan, Rembang, Rabu (24/9/2025) pagi saat banyak siswa izin ke toilet karena sakit perut. Foto: tangkap layar video Instagram@hitamputihgp.01 Perbesar

Berulang kembali kasus keracunan setelah makan mi ayam dai mitra MBG di SMP Negeri 1 Kragan, Rembang, Rabu (24/9/2025) pagi saat banyak siswa izin ke toilet karena sakit perut. Foto: tangkap layar video [email protected]

Penulis: Adi Wardhono   |    Editor:  Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, REMBANG– Sebanyak 173  siswa SMP Negeri 1 Kragan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami dugaan keracunan setelah menyantap menu mi ayam dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 24 September 2025.

Sebanyak 173 siswa dibawa ke Puskesmas 1 Kragan, sebagian besar mengeluhkan mal- mual, muntah, nyeri perut, diare, lemas, dan pusing kepala.

Dari jumlah tersebut, 13 siswa harus menjalani rawat inap karena kondisi kesehatan yang lebih berat, sementara 160 lainnya diperbolehkan pulang.

Persutiwa itu diketahui saat banyak siswa izin ke toilet karena sakit perut. Antrean panjang terlihat di toilet sekolah sebagai tanda banyak siswa mengalami gejala mual dan nyeri perut. Ratusan siswa dibawa ke Puskesmas Kragan 1 menggunakan sejumlah kendaraan sejak sekitar pukul 10.00 WIB.

Para siswa ini diduga mengalami keracunan akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari sebelumnya, yakni mi ayam dan sayur sawi tanpa nasi.

Sedangkan untuk menu MBG hari Rabu, yakni nasi dan lele goreng, belum sempat disantap oleh siswa karena diberikan di jam terakhir sekolah.

Saat ini, puluhan siswa masih dirawat intensif sementara sebagian lainnya mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang. Penyebab pasti keracunan masih dalam investigasi menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan.

Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah dibawa untuk diuji laboratorium, dan pemerintah daerah bersama sekolah sedang melakukan koordinasi untuk memastikan keamanan program agar kejadian serupa tidak terulang.

Dalam kasus dugaan keracunan akibat  Camat Kragan, Nur Wanto, menyampaikan informasi terkait jumlah siswa yang dirawat dan situasi di puskesmas.

Pihak Puskesmas 1 Kragan juga terlibat dalam penanganan dan memberikan keterangan terkait kondisi kesehatan para siswa.

Selain itu, para guru di sekolah turut memberikan peran dengan menjaga dan mendampingi siswa selama proses penanganan di puskesmas.

Detail lebih lanjut mengenai penyebab keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dari sampel makanan yang diuji laboratorium. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ombak Hantam Lambung Kanan, KM Virgo 8 Tenggelam: 129 Masih Dalam Pencarian

13 September 2026 - 21:18 WIB

Tragis Dua Bocah Kakak Beradik Tewas Terbakar dalam Kamar di Simomulyo Surabaya

13 September 2026 - 20:14 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

13 September 2026 - 19:00 WIB

Kereta Kelinci Angkut 50 Ibu PKK Jatuh Terguling di Lokasi Wisata Rowo Jombor Klaten, 11 Orang Lukaluka

13 September 2026 - 17:44 WIB

KM Virgo 8 Tenggelam: 102 Korban Selamat, 1 Orang Tewas, 140 Dalam Pencarian

13 September 2026 - 14:49 WIB

KM Virgo 8 Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Tenggelam Hilang di 80 Mil Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:15 WIB

Trending di News