Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Efek Gaya Gradien, Angin Kencang 50 Km/Jam Terjang Mojokerto dan Malang

badge-check


					Angin kencang melanda wilayah Mojokerto, Jawa Timur, menyebabkan kanopy rumah tersingkap, di wilayah Pungging, Selasa, 2 September 2025. Foto: tangkap layar video Instagram@kabarmojokerto.id Perbesar

Angin kencang melanda wilayah Mojokerto, Jawa Timur, menyebabkan kanopy rumah tersingkap, di wilayah Pungging, Selasa, 2 September 2025. Foto: tangkap layar video [email protected]

Penulis: Gandung Kardiyono   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Prakirawan Cuaca BMKG Juanda Shanas Prayuda menerangkan bahwa anomali cuaca di Mojokerto, Jawa Timur, dipicu Gaya Gardien tekanan yang cukup kuat di wilayah selatan Indonesia.

Gaya Gradien adalah gaya yang disebabkan perbedaan tekanan udara per satuan jarak. Semakin besar tekanan gaya gradien, maka semakin kencang angin berhembus, demikian BMKG, Selasa 2 September 2025.

Kecepatan angin tertinggi pada hari Selasa, 2 September 2025, di wilayah Jawa Timur tercatat hampir mencapai 50 km/jam, khususnya di daerah Mojokerto dan Malang.

Wilayah sekitar Kantor BMKG Juanda juga mencatat kecepatan angin antara 37 hingga 40 km/jam. Secara umum, angin bertiup dari barat menuju barat laut dengan kecepatan rata-rata 8-29 km/jam di wilayah lain di Jawa Timur hari ini.

Kecepatan angin di wilayah Jawa Timur pada hari ini, 2 September 2025, umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 35 knot (sekitar 9 hingga 65 km/jam).

Kecepatan maksimum angin di perairan Jawa Timur diperkirakan mencapai 27 knot (sekitar 50 km/jam) di beberapa wilayah perairan seperti yang dipantau oleh BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan di kota Surabaya sendiri, kecepatan angin diperkirakan hingga 20 kilometer per jam ke arah timur.

BMKG juga mengingatkan kewaspadaan terutama bagi aktivitas pelayaran dan nelayan jika angin mencapai kecepatan lebih dari 15 knot, dengan potensi gelombang laut tinggi pada beberapa wilayah perairan Jawa Timur hari ini.

Jadi secara ringkas, kecepatan angin di Jawa Timur hari ini berkisar antara 5-35 knot, dengan kecepatan maksimum lokal mencapai sekitar 27 knot atau 50 km/jam di perairan tertentu.

Selain Mojokerto yang terdampak angin ribut, beberapa daerah lain di Indonesia juga mengalami kondisi cuaca serupa dengan angin kencang dan hujan lebat.

Mojokerto, menurut laporan cuaca terkini, kecepatan angin pada hari yang sama dapat mencapai hingga sekitar 49 km/jam di beberapa area, terutama saat angin kencang yang tercatat di beberapa lokasi di Mojokerto.

BMKG memberikan peringatan dini potensi angin kencang antara tanggal 1-4 September 2025 untuk wilayah seperti Aceh, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Di Mojokerto sendiri, angin kencang terjadi di beberapa lokasi seperti Pacet dengan dampak pohon tumbang yang sempat mengganggu akses jalan dan jaringan listrik, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, angin kencang juga terjadi di Kota Mojokerto dengan kerusakan bangunan dan beberapa pohon tumbang di berbagai titik kota.

Beberapa wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang dalam periode ini adalah Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta berbagai daerah lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang juga masuk dalam daftar siaga hujan lebat.

Secara umum, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat sedang mengguyur sebagian besar Indonesia bagian selatan dan timur pada awal September 2025, dengan potensi gangguan yang meluas di sejumlah provinsi. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Semua SPBU Wajib Campur BBM dengan Etanol 5% Mulai Semester II Tahun Ini

4 Juni 2026 - 20:30 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Menkeu Sebut Masih Sesuai Perhitungan APBN

4 Juni 2026 - 20:15 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Titik Nol Peringati Hari Lahir ke-124 Bung Karno, Masfiin: Sajikan Jenang Pelok dan Sego Ploso

4 Juni 2026 - 18:19 WIB

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Presiden Prabowo: Jangan Ada yang Ganggu Proses Hukum terhadap Pimpinan BGN

4 Juni 2026 - 11:43 WIB

Pelantikan APINDO Jombang: Sinergi Pemkab dan Pengusaha Genjot Investasi & Perluas Lapangan Kerja

4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ketua DPK APINDO Jombang, Drs Fathurahman mengibarkan pataka APINDO, saat pelantikan di pendopo Pemkab Jombang, Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist
Trending di News