Menu

Mode Gelap

Nasional

Dilabeli Berisiko Kanker di AS, BPOM Pastikan Bumbu Instan Bamboe Aman Dikonsumsi

badge-check


					BPOM pastikan bumbu Bamboe aman Perbesar

BPOM pastikan bumbu Bamboe aman

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Salah satu bumbu instan populer asal Indonesia, Bamboe, ramai diperbincangkan di media sosial setelah ditemukan memuat label “Prop 65 Warning” di kemasannya di California, Amerika Serikat. Label tersebut dikaitkan dengan potensi risiko kanker, memicu kekhawatiran sejumlah warganet.

“Ini bumbunya terkenal, Bamboe ya. Tapi di sini ada peringatan dari California soal kanker. Aku cek semua varian ada,” ujar salah satu netizen dalam video TikTok yang viral baru-baru ini.

Sebagai catatan, Proposition 65 atau Prop 65 adalah regulasi negara bagian California yang mewajibkan produsen mencantumkan peringatan jika produk mengandung bahan kimia tertentu yang berpotensi menyebabkan kanker, cacat lahir, atau gangguan reproduksi.

Bahan kimia itu bisa berasal dari zat alami maupun sintetis yang ditemukan pada pestisida, pewarna, pelarut, hingga produk rumah tangga.

Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menegaskan bahwa produk Bamboe yang beredar di Indonesia aman dikonsumsi dan telah memiliki izin edar resmi.

“Produk bumbu instan tersebut sudah memperoleh izin edar dari BPOM RI dan memenuhi syarat keamanan, manfaat, dan mutu,” tulis BPOM dalam keterangan resmi, Rabu (30/7).

BPOM menambahkan, pencantuman label Prop 65 merupakan kebijakan lokal dari pemerintah negara bagian California dan tidak berarti produk tersebut dilarang atau berbahaya di semua negara.

“Label ini bertujuan memberikan transparansi kepada konsumen terkait risiko paparan bahan kimia tertentu, meskipun dalam kadar sangat rendah,” lanjut BPOM.

Menurut laman Specialty Equipment Market Association (SEMA), banyak perusahaan di AS memilih menambahkan label Prop 65 secara preventif guna menghindari potensi gugatan hukum, meski sebenarnya kandungan bahan kimia masih dalam ambang batas aman.

BPOM menegaskan tetap memantau isu ini dan telah berkoordinasi dengan produsen terkait.

“BPOM terus memantau perkembangan isu ini dan telah melakukan konfirmasi kepada pelaku usaha,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya Usul WFH Tiap Jumat, ASN dan Swasta Sama-sama Enak

26 Maret 2026 - 20:23 WIB

Rekor Arus Balik Mudik 2026, Polri Ubah One Way Nasional Jadi Sepenggal

26 Maret 2026 - 20:10 WIB

BGN Usulkan Efisiensi MBG, Hemat Rp40 Triliun

25 Maret 2026 - 18:53 WIB

Klaim Pemerintah 20% Hemat BBM Dinilai Berlebihan

25 Maret 2026 - 18:43 WIB

WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20%

24 Maret 2026 - 20:37 WIB

Ini Jadwal Operasional Bank Pasca-Lebaran

23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Harga Pangan Kompak Naik Usai Lebaran, Harga Cabai Rp131 Ribu

23 Maret 2026 - 19:53 WIB

Jasa Marga Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Kendalikan Arus Balik

23 Maret 2026 - 15:32 WIB

58 Bus Mudik Gratis Jatim Antar Perantau Pulang Kampung

18 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Nasional